Bekraf Akselerasi Ekonomi Kreatif Sektor Periklanan
Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif Bekraf, Poppy Savitri mengatakan, FLOW merupakan upaya praktis yang dilakukan dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif subsektor periklanan di tingkat lokal.
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar 'Future Local Advertising Workshop' (FLOW) di Hotel Grand Hap Solo, Kamis (3/10). Kegiatan tersebut sekaligus untuk mendukung pelaku usaha dalam mengoptimalkan bisnis periklanan nasional.
Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif Bekraf, Poppy Savitri mengatakan, FLOW merupakan upaya praktis yang dilakukan dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif subsektor periklanan di tingkat lokal.
"Kegiatan ini juga kami maksudkan untuk mendorong kemajuan dunia komunikasi pemasaran di daerah," ujarnya.
Poppy menyampaikan, yang terjadi saat ini adalah transisi ke era digital mengubah kondisi bisnis periklanan global. Yang paling merasakan dampak dari pergeseran ini adalah biro periklanan di daerah.
Dia menilai, menurunnya oplah media cetak dan lambatnya perubahan media konvensional ke platform digital berdampak besar pada eksistensi periklanan di daerah. Sehingga diperlukan langkah nyata untuk mengubah model bisnis industri periklanan di tingkat global agar mampu menyesuaikan diri dengan dunia digital.
"Solo ini punya potensi ekonomi kreatif, tentu tidak lepas dari dampak transisi pemanfaatan iklan dari media konvensional ke media digital," katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Bekraf berupaya melakukan transformasi dan digitalisasi sumber daya manusia dengan memberikan pemahaman baru dan pelatihan terkait industri periklanan terkini.
"Bekraf percaya SDM merupakan kunci agar industri periklanan nasional tidak mengalami kemerosotan dan diharapkan ke depan subsektor periklanan bisa memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional," jelasnya.
Sementara itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2016, lanjut dia, subsektor periklanan menyumbang sekitar 0,8 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif nasional.
"Tepatnya, di subsektor ini terdapat 3.055 jumlah usaha dengan persebaran terbanyak di DKI Jakarta yaitu sebanyak 1.292 jumlah usaha. Selain itu, persebaran juga meliputi wilayah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah," jelasnya lagi.
Menurut Poppy, mayoritas pertumbuhan masih berfokus di Pulau Jawa. Kendati demikian, ia memastikan subsektor periklanan di wilayah luar Jawa tetap tumbuh dan berkembang.
Baca juga:
Digelar di Solo, Bekraf Festival 2019 Targetkan 60 Ribu Pengunjung
Pemerintah Bakal Beri Cashback Pajak Bagi Investor Film
Bekraf Bakal Bangun Distrik Ekonomi Kreatif, Nilainya Ratusan Triliun
Curhat Bos Bekraf soal Kuliner Indonesia Sulit Mendunia
Aksi Robot Sophia Tampil Berkebaya di CSIS Global Dialogue 2019
Triawan Munaf Ingin Anak Muda RI Buat Permainan Saingi Mobile Legends dan Free Fire