Begini Cara Erick Thohir Pangkas Jumlah Perusahaan BUMN dari 143 Jadi 40
Erick mengatakan, pihaknya menerapkan 5 langkah dalam merampingkan 143 BUMN menjadi 40 BUMN, dari 27 klaster menjadi 12 klaster.
Menteri BUMN, Erick Thohir menegaskan bahwa pemangkasan jumlah BUMN harus segera dilakukan agar perusahaan milik negara dapat menjalankan tugasnya sebagai korporasi dan lokomotif kesejahteraan masyarakat.
Erick mengatakan, pihaknya menerapkan 5 langkah dalam merampingkan 143 BUMN menjadi 40 BUMN, dari 27 klaster menjadi 12 klaster.
"Pertama, memetakan, mana BUMN yang bisnis, mana yang 50:50, mana yang kesejahteraan," ujarnya dalam acara Halal Bihalal KAHMI, Senin (14/6).
Langkah kedua, BUMN harus membangun ekosistem baik dengan swasta, daerah, UMKM atau masyarakat. Ketiga, digitalisasi dan perubahan ekonomi digital, percepatan teknologi dan inovasi harus menjadi fondasi perusahaan.
"Apakah hilirisasi pertambangan, yang namanya nikel jadi baterai listrik atau hilirisasi ekonomi digital. Kita baru bicara e-commerce. E-commerce saja babak belur. Ketika UMKM menciptakan produk seharga Rp200.000, tiba-tiba produk asing masuk dengan harga Rp20.000, jadi dumping. Ini realita," ujar Erick.
Langkah ke-empat, BUMN harus memiliki business process yang baik dan projektif. Pihaknya akan memastikan seluruh BUMN memiliki bisnis yang visible.
"Lalu terakhir, bagaimana human capitalnya (sumber daya manusia). Kita maunya melahirkan leader terbaik di bisnis, oleh karenanya kita harus dorong human capitalnya," tandas Erick.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Erick Thohir Bakal Rampingkan Jumlah BUMN dari 143 Jadi 40 Perusahaan
Naik Rp275 Triliun, Aset PLN Tembus Rp1.589 Triliun
Laba Pertamina Turun Sepanjang 2020
Porsi Kredit UMKM BRI Kuartal I 2021 Capai 80 Persen
Erick Thohir Minta Perusahaan BUMN Perbesar Atensi ke Pelajar dan Perempuan Tanah Air
Erick Thohir Wajibkan Semua Komisaris dan Direksi BUMN Jalani Pelatihan di BLMI