LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BBM RON 88 perlahan dihapus, impor Pertamax pasti meningkat

Impor BBM RON 92 dihilangkan jika kilang dalam negeri sudah bisa memproduksi BBM berkadar tersebut.

2015-04-19 17:40:07
Penghapusan Premium
Advertisement

Indonesia disebut-sebut menjadi satu-satunya negara yang masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dengan kadar oktan RON 88. Negara lain sudah jauh meninggalkan BBM jenis tersebut.

Tidak heran jika pasokan dan ketersediaannya di Asia Pasifik terbatas. Persoalan ini mengkhawatirkan bagi Indonesia lantaran tingkat ketergantungan terhadap impor BBM Ron 88 cukup besar. Jika dibiarkan berlanjut sama saja memelihara mafia bermain di impor BBM.

Atas pertimbangan itu, anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas Agung Wicaksono meminta impor RON 88 dihentikan dan produksi di dalam negeri dialihkan ke RON 92.

Advertisement

"Karena tidak ada produknya harganya tidak jelas, kalau RON 92 ada acuannya," ujarnya saat diskusi mingguan dihelat merdeka.com, Radio Republik Indonesia, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Institut Komunikasi Nasional (IKN), dan PT Sewatama di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Minggu (19/4).

Dengan beralih menggunakan RON 92 bukan berarti menyetop impor minyak. Bensin RON 92 tetap saja harus didatangkan dengan cara impor. Namun dia berkilah demi menekan dan menghilangkan RON 88.

Kebijakan ini tidak bisa berjalan sendiri, harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan kilang Pertamina memproduksi RON 92 di dalam negeri, dan juga untuk menambah kapasitas.

Advertisement

"Impor RON 92 akan meningkat di awal tapi impornya untuk produk yang harganya jelas di pasar, tidak ada peluang mark up. Kalau ke depan sudah bisa tingkatkan produksi kilang RON 92, impor dikurangi," jelas dia.

Disinggung soal kehadiran Petralite yang berkadar oktan RON 90, Agung menegaskan bahwa BBM jenis ini bukan tujuan utama penghapusan RON 88.

"Arahnya ke RON 92. Tapi kalau Pertamina bilang bertahap dari 88 lalu ke 90 lalu ke 92 ya itu silakan. Tapi yang paling penting kita mendorong bertahap itu bukan bertahap RON nya lho," jelas dia.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.