LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Batavia Air siap lawan gugatan pailit

Sidang kedua akan digelar besok, Rabu (30/1) dengan agenda mendengar pernyataan dari Batavia Air.

2013-01-29 21:26:00
Batavia Air
Advertisement

PT Metro Batavia selaku operator maskapai penerbangan Batavia Air mengaku tengah berupaya menghindari kebangkrutan. Salah satunya 'bertarung mati-matian' di pengadilan niaga.

"Kita masih berusaha fighting di pengadilan. Sekarang masih proses sidang (gugatan pailit)," tegas Humas Batavia Air Elly Simanjuntak kepada merdeka.com, Selasa (29/1).

Elly menuturkan, pengadilan niaga Jakarta Pusat akan menggelar sidang kedua gugatan pailit batavia Air besok, Rabu (30/1).

Advertisement

Sidang kedua ini mengagendakan tanggapan dari pihak Metro Batavia selaku tergugat. Sidang perdana sudah digelar Pengadilan Niaga dengan menghadirkan pihak pemohon yakni perusahaan sewa guna pesawat International Lease Finance Corporation (IFLR) yang bermarkas di Los Angeles, California, AS.

"Besok agenda kedua, kita lihat besok bagaimana. Yang jelas kita masih cari penyelesaiannya," jelas Elly.

Elly sekaligus membantah adanya rumor yang menyebutkan bahwa Batavia Air berhenti beroperasi. Menurutnya, isu atau rumor tersebut cukup mengganggu kinerja karyawan maskapai penerbangan yang berdiri tahun 2001 ini.

Advertisement

"Isu tutup itu tidak benar. Kami masih beroperasi seperti biasa," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, PT Metro Batavia selaku operator maskapai penerbangan Batavia Air digugat pailit oleh perusahaan sewa guna pesawat International Lease Finance Corporation (IFLR).

Batavia 'dibangkrutkan' karena tidak mampu membayar utang jatuh tempo hingga 13 Desember 2012 yang jumlahnya mencapai USD 4,68 juta. Utang tersebut berasal dari kewajiban pembayaran sewa, cadangan (reserves), dan bunga keterlambatan pembayaran.

Permohonan pailit didaftarkan ke Pengadilan Niaga dengan No.77/Pailit/2011/PN.Niaga.Jkt.Pst. Dari berkas yang diajukan pemohon, disebutkan bahwa Batavia menyewa pesawat Airbus A330-202 dengan nomor serial pabrikan 205 dengan dua mesin General Electric.

Dengan jangka waktu sewa selama enam tahun terhitung sejak penyerahan pesawat pada 28 Desember 2009. Hingga batas waktu yang ditetapkan, pihak Batavia Air tidak sanggup membayar utang tersebut.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.