Basuki Hadimuljono disambut dua mantan menteri SBY
Djoko Kirmanto mengapresiasi digabungnya dua kementerian ini dan meminta mantan anak buahnya untuk kerja keras.
Acara serah terima jabatan (Sertijab) dan penyambutan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (MenPU dan Pera) Basuki Hadimuljono terbilang uniknya. Sebab, di hari pertamanya menjadi menteri Basuki disambut oleh dua mantan menteri sekaligus.
Keduanya adalah mantan Menteri PU Djoko Kirmanto dan mantan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz. Wajar saja sebab di Kabinet Kerja Jokowi-JK, dua kementerian ini digabung menjadi satu di bawah kendali Basuki.
Dalam sambutannya, Djoko Kirmanto mengapresiasi digabungnya dua kementerian ini. Terlebih menteri yang ditunjuk adalah mantan anak buahnya di Kementerian PU.
"Saya bangga. Pertama, nama menteri PU dan Pera dipakai. Kedua, menteri itu dari PU," kata Djoko di lokasi, Senin (27/10).
Tak lupa dia menyampaikan pesan khusus untuk mantan anak buahnya itu. Djoko Kirmanto memodifikasi pesan dari Presiden Joko Widodo. "Pak Presiden kan bilang kerja, kerja dan kerja. Saya hanya tambahin, keras, keras dan keras. Jadi kerja keras," tegasnya.
Mantan Menpera Djan Faridz berharap Basuki mampu meneruskan kinerja positif yang sudah dijalankan di Kemenpera. "Kempera telah melakukan segala terobosan. Salah satunya membuat mudah KPR bagi golongan menengah ke bawah," ucap Djan.
Djan juga mengingatkan Basuki untuk lebih memikirkan soal pembuatan pelabuhan sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur.Apalagi pemerintahan Jokowi memfokuskan diri dalam pengembangan sektor kemaritiman.
"Ya harus menambah infrastruktur, mendirikan pelabuhan, tol laut. Kan mereka akan lebih ke maritim," tegasnya.
Setelah mendengar kedua pendahulunya, Basuki berjanji melanjutkan program atau capaian Djan Faridz dan Djoko Kirmanto.
"Intinya kami semua nyaman bergabung. Dengan semangat itu kami ingin menapaki ke depan dengan melanjutkan cita-cita bapak sekalian," singkat Basuki.
(mdk/noe)