LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Basmi korupsi, China larang akademisi kerja sampingan di perusahaan

Sebelumnya, pelarangan hanya berlaku untuk pejabat publik dan anggota Partai Komunis China.

2016-01-06 08:43:00
Kasus korupsi
Advertisement

Indonesia sepertinya perlu menengok cara China dalam memberantas korupsi. Negeri Tirai Bambu itu melarang akademisi senior ikut mengendalikan perusahaan publik.

Sebelumnya, pelarangan hanya berlaku untuk pejabat pemerintahan dan anggota Partai Komunis China.

Seperti diberitakan Bloomberg, kemarin, perluasan larangan itu berdampak pada ratusan akademisi senior berbondong-bondong melepaskan kenyamanan kursi direktur di sejumlah perusahaan China.

Advertisement

Para akademisi senior tersebut memahami bahwa pelarangan dikeluarkan pemerintah China pada 2013 itu hanya berlaku untuk pejabat pemerintahan.

Makanya, kala itu, banyak akademisi senior mengisi posisi penting di perusahaan yang ditinggalkan pejabat pemerintahan. Sekitar sepertiga dari 9 ribu direktur independen yang dipekerjakan perusahaan China adalah guru besar di universitas.

Namun, itu berubah sejak November lalu. Menteri pendidikan China mengancam bakal menghukum pejabat menengah ke atas di perguruan tinggi yang menyembunyikan pekerjaan sampingan.

Advertisement

Sejak itu, lusinan perusahaan China mengumumkan pengunduran diri direktur independen yang umumnya dipegang akademisi senior. Radio nasional China melaporkan, sekitar 274 akademisi mundur dari perusahaan.

"Larangan bakal membatasi pasokan akademisi terbaik untuk mengisi posisi direktur independen di perusahaan," kata Gary Liu, Deputi Direktur CEIBS Lujiazui Institute of International Finance (CLIIF) di Shanghai.

"Akademisi terbaik di China umumnya juga mengenggam posisi penting di perguruan tinggi."

Pelarangan ini memaksa perusahaan memutar otak mencari kandidat terbaik untuk mengisi posisi yang ditinggalkan akademisi.

"Kelangkaan direktur independen tak akan lama. Karena banyak pengganti berkualitas di luar sana," kata Zhu Lijia, profesor the Chinese Academy of Governance.

Di sisi lain, sebenarnya, perusahaan bisa saja tetap memekerjakan akademisi. Sepanjang akademisi tersebut tak memegang posisi penting di perguruan tinggi.

Belakangan terkuat alasan alasan akademisi senior China tertarik mencari kerja sampingan di perusahaan.

Dengan menjadi direktur independen, mereka mendapat bayaran sekitar 1 juta yuan. Itu delapan kali lebih besar ketimbang gaji profesor di perguruan tinggi Beijing sebesar 121,681 yuan pada 2010.

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.