Banyak tanah belum disertifikasi, Jokowi minta BPN tetap kerja hari Minggu
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan masih banyak penyaluran sertifikat yang mengalami kendala, sehingga dia meminta agar pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) bekerja lebih keras untuk melakukan sertifikasi tanah.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan masih banyak penyaluran sertifikat yang mengalami kendala, sehingga dia meminta agar pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) bekerja lebih keras untuk melakukan sertifikasi tanah.
Tercatat, realisasi sertifikasi di tahun 2016 hanya mencapai 46 juta sertifikat dari target sebesar 126 juta sertifikat. Di tahun ini, ditargetkan 594.500 bidang di Jawa Barat diselesaikan, namun realisasinya baru 311.791 bidang.
"Minggu juga bekerja. Tidak apa-apa lah biar kapok, rakyat memang harus dilayani," ujar Jokowi di Bandung, Senin (4/11).
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengungkapkan, saat ini masih banyak tanah yang belum terdaftar. Hal ini dikarenakan masalah tanah sangat rentan dengan sengketa dan konflik.
"Ini merupakan langkah, untuk melegalisasi aset pertanahan warga. Kegiatan ini dilakukan BPN untuk membuat sertifikasi tanah bagi anggota masyarakat maupun kelompok anggota masyarakat," ujar pria yang akrab disapa Aher.
Diperkirakan jumlah bidang tanah di Jabar sebanyak 19.852.152 bidang, dengan bidang tanah yang sudah terdaftar sebanyak 6.527.635 atau baru 32,88 persen.
Dengan demikian, akan ada penambahan sebanyak 1 juta sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Jawa Barat, sedangkan di Kabupaten Bandung akan ditambah sebanyak 60 ribu dari target 15 ribu yang diberikan.
Baca juga:
Pengusaha AS keluhkan harga tanah di Indonesia lebih mahal dari China dan India
Menteri Sofyan baru sertifikasi 2 juta lahan dari target 5 juta
Pemerintah bakal kelola 21.000 hektare lahan lewat bank tanah
Presiden Jokowi ingatkan masyarakat teliti ambil pinjaman di bank
Hari ini, Jokowi bagikan sertifikat tanah di Madiun