Banyak pabrik baru, konsumsi listrik industri di Bekasi naik 21 persen
PT PLN Area Bekasi mencatat ada kenaikan pemakaian listrik untuk industri di wilayah setempat meningkat 21 persen dibanding tahun lalu, akibat adanya perkembangan sektor industri khususnya di Cikarang. Diperkirakan, pemakaian listrik untuk industri akan naik lagi di tahun depan.
PT PLN Area Bekasi mencatat ada kenaikan pemakaian listrik untuk industri di wilayah setempat meningkat 21 persen dibanding tahun lalu. Ini menyusul adanya perkembangan sektor industri khususnya di Cikarang.
Manajer Area PLN Bekasi, Reny Wahyu Setiawan mengatakan jumlah sambungan sampai dengan awal Desember mencapai 1,532 juta. Jumlah itu belum termasuk 12 ribu sambungan baru dalam even 12-12.
"Cikarang merupakan kawasan industri terbesar saat ini, dan terus berkembang, sehingga pemakaian listrik juga akan terus meningkat," kata Reny di Bekasi, Rabu (13/12).
Dia menjelaskan, konsumsi listrik di area Bekasi rata-rata mencapai 1.300 megawatt dalam sehari, yang terdiri dari konsumsi rumah tangga 60 persen, dan industri 40 persen. Diperkirakan, pemakaian listrik untuk industri akan naik lagi di tahun depan. Sebab, sudah ada 18 industri baru mengajukan sambungan untuk operasional.
Menurutnya, pengoperasian industri baru tersebut dibutuhkan sekitar 620 MW, sementara cadangan listrik untuk area Bekasi yang siap digunakan hanya mencapai 570 megawatt. Dengan demikian, pihaknya tengah membangun gardu tambahan, di antaranya gardu 2x500 MW di Delta Mas, penambahan travo induk di Ganda Mekar dengan kapasitas 60 MW, Poncol 60 MW, dan Cikarang 2x60 MW khusus untuk industri.
Dengan adanya penambahan itu, kata dia, kebutuhan listrik akan terpenuhi. "Kami menjamin kebutuhan listrik untuk industri, sebab kebutuhan listrik untuk menumbuhkan perekonomian di Indonesia," ujarnya.
Baca juga:
Hyundai Motor akan bangun pabrik truk & bus di Indonesia
Cara Menteri Airlangga bawa industri Indonesia disegani dunia
Pemerintah patok pertumbuhan industri 5,67 persen di 2018, ini strategi pencapaiannya
Industri ikan hias Singapura terbesar di dunia, padahal bahan baku dari RI
Perluas lapangan kerja, pemerintah dorong perkembangan industri ikan hias