Banyak masyarakat nyinyir soal utang, pemerintah harus lakukan komunikasi publik
Pemerintah harus melakukan komunikasi publik untuk mengedukasi masyarakat mengenai utang. Sebab, pemahaman masyarakat mengenai utang tak sama dengan pemahaman pemerintah.
Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Johnny G Plate mengakui masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengerti mengenai utang pemerintah. Bahkan, banyak di antaranya menilai buruk dan nyinyir mengenai keputusan pemerintah untuk menambah utang.
Untuk itu, dia menyarankan agar pemerintah melakukan komunikasi publik untuk mengedukasi masyarakat mengenai utang. Sebab, pemahaman masyarakat mengenai utang tak sama dengan pemahaman pemerintah.
"Manajemen utang luar negeri yang lebih prudence yang didemonstrasikan pemerintah itu kita beri apresiasi tinggi. Tapi harus diikuti edukasi kepada masyarakat agar dipahami dengan benar. Selama ini pemahaman masyarakat tidak sama dengan pemerintah, bahkan utang dianggap buruk," kata Johnny di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (7/9).
Selain mengenai utang, dia juga menyarankan agar pemerintah melakukan komunikasi publik mengenai capaian-capaian yang telah dilakukan pemerintah untuk membangun bangsa Indonesia. Sehingga, masyarakat tidak selalu menilai buruk terhadap pemerintah.
Dengan adanya komunikasi publik, Johnny berharap agar pemerintah bisa lebih fokus membangun negeri tanpa adanya isu-isu negatif.
"Kita minta komunikasi publik mengenai apa yang sudah dicapai selama ini sehingga bisa diapresiasi dan dipahami masyarakat dan bermanfaat bagi masyarakat. Semoga APBN kita bisa menjadi APBN yang prudence dan kredibel. Di tempat yang secara serius diamati dan dikritik yang baik. Sehingga bisa mendapatkan kepercayaan dari publik," imbuhnya.
Baca juga:
Pemprov DKI masih utang Rp 64 miliar ke Bekasi
4 Fakta baru di balik utang RI Rp 3.706,52 triliun
Misbakhun minta menkeu hati-hati dalam kelola utang
Menkeu yakin bisa jaga jatuh tempo utang RI di atas 7 tahun
Menkeu sebut 62 persen utang negara pinjam dari masyarakat