Banyak masyarakat bawah naik kelas, permintaan minyak dunia diprediksi terus meroket
"Sebanyak 2 miliar orang akan terangkat dari pendapatan rendah sampai menengah dalam 20 tahun ke depan. Mereka bisa membeli sepeda motor pertama mereka lalu mobil pertama mereka dan meningkatkan permintaan energi."
Kepala Ekonom British Petroleum (BP) Group, Spencer Dale memprediksi permintaan minyak dunia akan terus meningkat hingga 20 tahun mendatang. Hal ini diakibatkan banyaknya permintaan minyak dari negara-negara berkembang, seperti China, India, dan Indonesia.
Dia mencatat, permintaan minyak tumbuh 1,6 juta bopd di 2016, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sekitar 1 juta bopd. Tingginya permintaan minyak ini berpengaruh terhadap harga minyak dunia, di mana saat harga rendah maka konsumsi minyak akan lebih banyak.
"Permintaan, kami harapkan akan terus tumbuh selama 20 tahun ke depan. Meski laju pertumbuhannya bisa melambat maka akan terus bertambah," kata Dale di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Kamis (14/9).
Menurutnya, faktor pendorong tumbuhnya permintaan minyak di negara-negara berkembang tersebut dikarenakan semakin tingginya tingkat populasi di negara-negara tersebut. Di mana populasi dunia akan didominasi oleh masyarakat usia produktif yang menghasilkan penghasilan tinggi.
"Sebanyak 2 miliar orang akan terangkat dari pendapatan rendah sampai menengah dalam 20 tahun ke depan. Mereka bisa membeli sepeda motor pertama mereka lalu mobil pertama mereka dan meningkatkan permintaan energi," imbuhnya.
Meski begitu, dia memperkirakan dunia tidak akan kekurangan pasokan minyak ke depannya. "Perkiraan kami untuk total dunia, bisa jadi 500 juta barel stok minyak berlebih di dunia saat ini. Dan itulah fokus pasar minyak saat ini," jelas Dale.
Baca juga:
Konsumsi BBM diprediksi masih tinggi meski dunia sudah pakai mobil listrik
Bank Dunia: Harga minyak dunia tak akan sentuh USD 60 per barel hingga 2019
Harga minyak dunia kembali naik didorong beroperasinya kilang minyak AS
Oktober, Arab Saudi pangkas alokasi minyak mentah untuk pelanggan seluruh dunia
Harga minyak bervariasi imbas kekhawatiran pasar adanya Badai Irma