Banyak Dompet Digital Tebar Promo, Perang Diskon atau Edukasi?
Keberadaan dompet digital kini semakin marak dengan munculnya berbagai kompetitor di dalam negeri. Dari fenomena ini, muncul istilah perang diskon antar pelaku usaha karena berlomba-lomba menarik konsumen dengan memberi banyak pilihan promo.
Keberadaan dompet digital kini semakin marak dengan munculnya berbagai kompetitor di dalam negeri. Dari fenomena ini, muncul istilah perang diskon antar pelaku usaha karena berlomba-lomba menarik konsumen dengan memberi banyak pilihan promo.
CEO DANA, Vincent Iswara mengatakan, perang diskon yang dilakukan dari bisnis industri uang elektronik ini bukan hanya praktik perang diskon atau sekedar bakar duit, namun juga upaya untuk mengedukasi masyarakat akan penggunaan dompet digital.
Vincent menjelaskan, upaya yang dilakukan DANA kepada masyarakat memang salah satunya melalui promo atau potongan harga. Menurutnya, ini merupakan pemantik agar masyarakat semakin berpindah ke transaksi nontunai (cashless).
"Selalu ada istilah bakar duit, kita itu sebenarnya ingin edukasi. Maka dari itu kita benar-benar berikan promosi, diskon, insentif, itu untuk mengajarkan masyarakat dulu. Supaya ke depannya lebih sustanaible," tuturnya di Jakarta, Sabtu (6/7).
Dia pun mengungkapkan, hadirnya dompet digital di dalam negeri memang bertujuan untuk mendorong semakin meningkatnya gerakan nasional non-tunai (GNNT).
Selain itu, hal tersebut juga sejalan dengan visi pemerintah Indonesia dalam meningkatkan inklusi keuangan RI di tahun-tahun mendatang. "Jadi lebih ke edukasi. Promo Ini mempercepat edukasinya. Jadi bagaimana mereka berpindah ke nontunai. Ini market yang pasti berpindah," terang dia.
Sumber: Liputan6
Reporter: Bawono Yadika Tulus
Baca juga:
Dorong Inklusi Keuangan, Bank Bukopin Edukasi Laku Pandai di Sukabumi
LinkAja Incar Pasar Pembayaran di SPBU Hingga Transportasi Umum
Pentingnya Literasi Keuangan Guna Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan
Perencanaan Keuangan Jadi Salah Satu Cara Genjot Literasi dan Inklusi
Dukung Program OJK, Asuransi Sinar Mas Gelar Literasi & Inklusi Keuangan di Sumbar
LPS: Inklusi Keuangan Indonesia Tertinggal Dibanding Malaysia dan Thailand
Berkat Responsible Lending, Modalku Mampu Tekan Default 0,8 Persen sejak 2016