LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bantah Faisal Basri, Pertamina sebut elpiji boleh ditimbang ulang

"Kami diaudit juga sama BPK jadi gak mungkin," ujar Mantan VP Gas Elpiji Pertamina Gigih Hari Wahyu.

2015-05-27 12:24:53
Elpiji 3 kg
Advertisement

PT Pertamina menegaskan tidak pernah melarang agen penjual elpiji 3 kilogram (Kg) menimbang ulang saat pengambilan tabung di stasiun pengisian dan pengangkutan bluk elpiji (SPPBE).‎ Bahkan mereka siap untuk memfasilitasi alat timbangan tersebut.

"Pertamina tidak pernah melarang SPPBE untuk melakukan penimbangan ulang ataupun memiliki alat ukut sendiri‎. Bahkan, Pertamina memfasilitasi desain layout SPPBE dengan opsi penempatan jembatan timbang," terang VP Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (27/5).

Dalam rangka meningkatkan monitor pergerakan stok LPG di SPBE/SPPBE secara real time, Pertamina saat ini sedang melaksanakan pilot project penggunaan Mass Flow Meter di SPBE Coco Pertamina.

Advertisement

Mantan VP Gas Elpiji Pertamina Gigih Hari Wahyu menambahkan, tidak pernah ada kecurangan yang dilakukan salah satu Badan Usaha Milik Negara tersebut.‎ Pasalnya, audit kinerja program selalu dilakukan oleh pihak-pihak terkait. Demi memastikan tidak ada oknum yang mengambil keuntungan secara pribadi.

"Kami diaudit juga sama BPK jadi gak mungkin. Kami sudah diaudit. Kami udah diaudit BPK dan internal audit kami juga ada Dirjen Migas," tegasnya.

Sehingga, menurut Direktur Utama ‎Lubricants ini, kecil kemungkinan jika Pertamina berani melakukan pengurangan isi gas elpiji bersubsidi tersebut. "Sekarangkan lagi senang melempar isu aja lah.‎ Soalnya kecil kemungkinannya lakukan kecurangan,"‎ tutupnya.

Advertisement

Sebelumnya, mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri mengungkapkan adanya praktek curang dalam tabung gas 3 kg.‎ Faisal membeberkan, praktik culas yang dijalankan di tubuh Pertamina. Istilahnya perampokan isi tabung gas.

Dijelaskannya, sesungguhnya setiap tabung gas 3 kg tidak diisi penuh alias masih menyisakan ruang 5-10 persen. Dari situ mereka mengambil untung yang dijual ke Stasiun Pengisian Bahan Elpiji (SPBE). Satu tabung gas sekitar Rp 300.

"Setiap tabung menyisakan sekitar 5 sampai 10 persen elpiji," ujar Faisal usai diskusi di Kantor INDEF, Jakarta, Selasa (26/5).

Faisal menegaskan, permainan ini hanya diketahui persis 'orang dalam' Pertamina. Sebab mereka tahu betul berat tiap tabung gas yang masuk ke SPBE.

Faisal menaruh curiga setelah ada rekannya yang mencoba menimbang ulang tiap tabung gas di SPBE namun dilarang Pertamina.

"Ada kawan saya yang beli alat timbang Rp 5 miliar, tapi tidak boleh sama Pertamina karena tidak boleh ada pengukuran ulang. Negara apa ini?" katanya heran.

"Timbangan adalah alat vital dalam perdagangan. Jika mempermainkan timbangan sudah mendarah daging, sistemik dan massif, peradaban bakal terancam," tegas Faisal.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.