Bank sentral masih tahan BI rate 7,75 persen
Suku bunga fasilitas pinjaman dan deposito masih dipatok 8 persen dan 5,75 persen.
Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate 7,75 persen. Selain itu, suku bunga fasilitas pinjaman dan deposito masih dipatok 8 persen dan 5,75 persen.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara menyebut, pihaknya kukuh meneruskan pengetatan likuiditas di pasar keuangan Tanah Air.
"Kebijakan tersebut konsisten mengarahkan inflasi ke sasaran 4 persen plus-minus 1 persen pada 2015, dan menurunkan defisit transaksi berjalan ke arah yang lebih sehat," ujar Tirta di Jakarta, Selasa (7/10).
Bank sentral melihat masih ada risiko terhadap perekonomian nasional. Hal itu dianggap bisa mengancam defisit transaksi berjalan dan inflasi. "Sumbernya internal maupun eksternal," jelasnya.
BI akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial untuk memperkuat ekonomi nasional menghadapi seluruh risiko itu. Faktor paling diwaspadai BI adalah kebijakan Bank Sentral Amerika.
Meski begitu, Tirta menegaskan, bank sentral optimis perekonomian Indonesia ke depan makin baik. "Ke depan, perekonomian Indonesia semakin baik, dengan pertumbuhan ekonomi yang makin tinggi. Serta makin kuatnya reformasi struktural," terangnya.
Baca juga:
BI: Harga minyak turun bisa sumbang deflasi 0,24 persen
BI optimistis ekonomi Indonesia 2015 bisa tumbuh 5,8 persen
BI: Kewajiban L/C sejalan dengan aturan devisa hasil ekspor
BI catat cadev akhir Desember naik tipis ke USD 111,9 M
Tak mau krisis 98 terulang, BI awasi utang korporasi non bank
BI catat uang beredar periode November 2014 mencapai Rp 4.076 T