LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bank Mandiri Rogoh Rp 1,7 Triliun Kembangkan Infrastruktur Teknologi Digital

Bank Mandiri mengalokasikan Rp1,7 triliun belanja modalnya tahun 2020 untuk pengembangan infrastruktur teknologi digital. Hal ini bertujuan guna memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada nasabah. Salah satu teknologi baru adalah Application Programming Interface (API).

2020-09-14 21:36:50
Bank Mandiri
Advertisement

Bank Mandiri mengalokasikan Rp1,7 triliun belanja modalnya tahun 2020 untuk pengembangan infrastruktur teknologi digital. Hal ini bertujuan guna memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada nasabah.

"Kami replace hardware lama, meng-upgrade teknologi untuk sesuatu yang baru," kata Direktur Teknologi Informasi Bank Mandiri, Rico Usthavia, seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Senin (14/9).

Salah satu teknologi baru adalah Application Programming Interface (API) untuk memudahkan konektivitas Bank Mandiri dengan pelaku bisnis digital. Teknologi ini diperkirakan menelan anggaran sekitar USD 1 juta atau sekitar Rp14,8 miliar (asumsi kurs Rp14.800 per USD).

Advertisement

Sementara itu, Wakil Direktur Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan pihaknya akan terus melakukan inovasi terutama di dalam inisiatif open banking sehingga bank BUMN ini bisa mendorong pertumbuhan sektor riil.

Apalagi dalam menghadapi masa pandemi Covid-19, teknologi digital menjadi keharusan yang diterapkan perbankan untuk melayani kebutuhan nasabah.

Advertisement

Bank Mandiri Terbuka untuk Kolaborasi

Tak hanya untuk nasabah, era open banking atau perbankan yang terbuka juga dilakukan mencermati perkembangan saat ini dengan tumbuhnya perusahaan perdagangan elektronik atau e-commerce dan perusahaan teknologi keuangan (fintech).

Awalnya, lanjut dia, kemunculan e-commerce dan fintech tersebut dianggap mendisrupsi, termasuk dunia perbankan, karena mereka tidak hanya transaksi tapi juga menyediakan pembiayaan. Saat ini antara perbankan dan fintech serta e-commerce berkolaborasi untuk saling bertumbuh.

"Kalau kita tidak cepat berubah atau beradaptasi, di zaman disrupsi teknologi ini yang namanya Banking 4.0 dikenal istilah open banking, jadi bank ini tidak hanya hidup sendiri tapi membuka diri, diakses mitra fintech, e-commerce," katanya.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.