LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bank Mandiri Optimis Capai Target Penyaluran Kredit 2019

Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas mengatakan, berdasarkan data penyaluran kredit hingga Juni 2019, pertumbuhan Mandiri masih on track.

2019-09-14 12:00:00
Bank Mandiri
Advertisement

PT Bank Mandiri (Persero) optimis akan mencapai target pertumbuhan kredit sebesar 11 hingga 12 persen pada 2019, meskipun tanda resesi sudah di depan mata.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas mengatakan, berdasarkan data penyaluran kredit hingga Juni 2019, pertumbuhan Mandiri masih on track.

"Kemungkinan mencapai target itu ada, pasti, masih 11 hingga 12 persen meskipun agak tough karena tanda-tanda resesi muncul," ungkap Rohan di Bali, Jumat (14/9).

Advertisement

Rohan menambahkan, untuk menghadapi kemungkinan terkena resesi, Bank Mandiri akan memperkuat manajemen resiko.

Pada kuartal I-2019, Mandiri mengantongi laba bersih sebesar Rp7,2 triliun atau tumbuh 23,4 persen (yoy) dibandingkan kuartal I-2018 dengan raihan laba sebesar Rp5,9 triliun.

Penopang utama pertumbuhan laba Bank Mandiri di paruh pertama tahun ini adalah pendapatan bunga yang tumbuh sebesar 15,05 persen (yoy) menjadi Rp22,0 triliun.

Advertisement

Sebelumnya, Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta, mengatakan Indonesia masih jauh dari ancaman krisis ekonomi. Menurutnya, dengan ketahanan ekonomi yang masih kuat, Indonesia masih bisa bertahan di tengah perlambatan ekonomi global.

"Beberapa hari ini Rupiah bahkan menguat," tuturnya di Jakarta, Jumat (13/9).

Budimanta menjelaskan, ketahanan ekonomi Indonesia ditopang konsumsi rumah tangga yang signifikan. Hematnya, secara fundamental RI masih terbilang jauh dari ancaman resesi.

"Secara market kita ini besar 260 juta penduduk kalau kita bicara konsumsi menggerakkan ekonomi PDB-nya sudah 55 persen, orang butuh belanja, butuh barang. Jadi yang disebut dengan capital outflow itu harus kita bagi apakah itu berbasis portfolio?" ujarnya.

Baca juga:
Dibanding ATM, Bank Mandiri Pilih Perbanyak Agen di Pedesaan
Per Agustus 2019, Bank Mandiri Klaim Rasio Kredit Macet UMKM Turun jadi 2 Persen
Bank Mandiri Salurkan Rp251 M ke 3.114 UMKM di 7 Destinasi Wisata Prioritas
VIDEO: BJ Habibie, Pemberi Nama Bank Mandiri
Hingga Agustus 2019, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp2,48 Triliun
BJ Habibie, Pemberi Nama Pertama Bank Mandiri

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.