LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bank Indonesia: Uang Rupiah Edisi Khusus Rp75.000 Masih Banyak Peminatnya

Namun, mengingat uang pecahan Rp75.000 merupakan edisi khusus, Marlison menyampaikan jumlah yang diedarkan di masyarakat hanya 75 juta lembar saja. Yang jelas, meski edisi tersebut terbatas pecahan Rp75.000 tetap sah menjadi alat transaksi di Indonesia.

2022-08-18 16:29:00
Rupiah
Advertisement

Kepala Department Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Marlison Hakim menyebut bahwa emisi khusus Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) Rp75.000 masih diminati banyak orang. Namun, uang edisi khusus tersebut umumnya dimanfaatkan untuk momentum khusus pula.

"Sekarang pun yang membutuhkan Rp75.000 kayak kemarin Idul Fitri masyarakat masih membutuhkan uang Rp75.000, itu untuk lamaran, cenderamata banyak juga yang cari," kata Marlison saat konferensi pers virtual, Kamis (18/8).

Namun, mengingat uang pecahan Rp75.000 merupakan edisi khusus, Marlison menyampaikan jumlah yang diedarkan di masyarakat hanya 75 juta lembar saja. Yang jelas, meski edisi tersebut terbatas pecahan Rp75.000 tetap sah menjadi alat transaksi di Indonesia.

Advertisement

Secara psikologis, Marlison maklum jika masyarakat enggan menggunakan uang dengan pecahan tersebut saat bertransaksi.

"Karena jumlah terbatas sayang kalau ditransaksikan mereka lebih baik menyimpan. Prinsipnya itu digunakan sebagai alat pembayaran, kalau cuma punya 1 ya sayang eman-eman," ucapnya.

Advertisement

Filosofi Uang Pecahan Rp75.000

Pada 2020, Bank Indonesia menerbitkan uang edisi khusus pecahan Rp75.000. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan makna filosofi yang terlukis di dalam pecahan mata uang baru pecahan Rp75.000.

Secara keseluruhan, mata uang edisi peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia ini dikaitkan dengan 3 M yakni mensyukuri kemerdekaan, memperteguh kebhinekaan dan menyongsong masa depan gemilang.

"Tema filosifis 3 M ini digambarkan melalui desain mata uang yang meliputi halaman muka bermakna mensyukuri kemerdekaan," kata dia dalam acara peluncuran mata uang, di Jakarta, Senin (17/8).

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.