Bank Indonesia terus desak kenaikan harga premium dan solar
Pertimbangan utama, tiap tahun dana subsidi memberatkan anggaran.
Bank Indonesia (BI) terus mendesak pemerintah untuk berani mengambil kebijakan menaikkan harga BBM subsidi jenis premium dan solar.
Pertimbangan utama, tiap tahun dana subsidi memberatkan anggaran. Ditambah lagi penggunaan BBM subsidi tidak tepat sasaran.
"Efek sosial berapapun kenaikan BBM itu sama saja. Kebijakan subsidi energi perlu dikomunikasikan memang subsidi energi tidak tepat sasaran," ucap Asisten Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Muslimin Anwar dalam acara pelatihan wartawan Bank Indonesia di Bandung akhir pekan ini.
Menurutnya, anggaran subsidi energi seharusnya bisa dimanfaatkan untuk pos belanja atau alokasi yang tepat untuk membuka lapangan kerja dan perbaikan infrastruktur.
"Subsidi langsung juga tidak, tapi ini bentuk kail. Sehingga itu menambah lapangan kerja," tutupnya.
(mdk/noe)