LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bank Indonesia Soal Neraca Dagang April: Surplus Berlanjut Sejak Mei 2020

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan Indonesia April 2022 kembali mencatat surplus, yakni USD 7,56 miliar. Surplus tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya yang mencapai USD 4,54 miliar.

2022-05-18 09:25:32
Bank Indonesia
Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan Indonesia April 2022 kembali mencatat surplus, yakni USD 7,56 miliar. Surplus tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya yang mencapai USD 4,54 miliar.

Bank Indonesia (BI) memandang surplus neraca perdagangan telah berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

"Kinerja positif tersebut melanjutkan surplus neraca perdagangan Indonesia sejak Mei 2020," tulis Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Rabu (18/5).

Advertisement

Surplus neraca perdagangan April 2022 bersumber dari kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas di tengah peningkatan defisit neraca perdagangan migas. Pada April 2022, surplus neraca perdagangan nonmigas mencapai USD 9,94 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya sebesar USD 6,62 miliar.

Faktor Pendorong Surplus

Perkembangan positif tersebut didukung oleh meningkatnya ekspor nonmigas dari USD 25,09 miliar pada Maret 2022 menjadi USD 25,89 miliar pada April 2022. Peningkatan ekspor nonmigas terutama bersumber dari ekspor komoditas berbasis sumber daya alam yang membaik, seperti bahan bakar mineral termasuk batubara, bijih logam, serta besi dan baja didukung oleh harga global yang masih tinggi.

Advertisement

Ditinjau dari negara tujuan, ekspor nonmigas ke China, Amerika Serikat, dan Jepang tetap tinggi seiring dengan permintaan yang tetap kuat. Adapun impor nonmigas masih kuat pada seluruh komponen, sejalan dengan perbaikan ekonomi domestik yang berlanjut.

Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas tercatat meningkat dari USD 2,09 miliar pada Maret 2022 menjadi USD 2,38 miliar pada April 2022. Hal ini sejalan dengan peningkatan impor migas yang lebih tinggi dari ekspor migas.

Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas kebijakan terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal serta mendukung pemulihan ekonomi nasional.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.