Bank Indonesia sebut punya strategi penguatan Rupiah
BI juga berencana menerapkan kebijakan makroprudensial yang mendukung pemberian stimulus kredit untuk menjaga momentum.
Perekonomian nasional menghadapi sejumlah tantangan besar. Mulai dari gejolak nilai tukar Rupiah yang terus melemah, perlambatan laju pertumbuhan ekonomi, hingga anjloknya IHSG. Bank Indonesia (BI) mengaku sudah memiliki tiga strategi untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah.
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter BI Juda Agung memaparkan, tiga kebijakan tersebut yakni penguatan pengelolaan likuiditas Rupiah di pasar uang, penguatan pengelolaan suplai dan demand valas serta penguatan kecukupan cadangan devisa.
Juda menegaskan tantangan eksternal membuat nilai tukar Rupiah terpuruk. Namun, tak hanya Rupiah yang melemah, mata uang negara-negara lain pun ikut melemah.
"Sumber tekanan berasal dari pertumbuhan ekonomi global tidak sebaik perkiraan, pasar global diliputi ketidakpastian dengan berlanjutnya ketidakpastian kapan Fed Rate naik dan terakhir devaluasi yuan," ujar dia di Gedung BI, Jakarta, kamis (20/8).
BI juga berencana menerapkan kebijakan makroprudensial yang mendukung pemberian stimulus kredit untuk menjaga momentum pertumbuhan. Selain itu, BI bakal mendorong percepatan reformasi struktural.
"Termasuk upaya melanjutkan pendalaman pasar keuangan dan meningkatkan efisiensi sistem pembayaran," ucapnya.