LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bank Indonesia gandeng Kemnaker ciptakan SDM berkompeten kelola Rupiah

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng mengatakan, pembangunan SDM berkualitas merupakan salah satu pondasi yang harus terbangun dengan kokoh, selain pengembangan dari sisi infrastruktur. SDM yang berkualitas tersebut harus memiliki kompetensi yang mumpuni dari sisi kemampuan teknis.

2017-11-08 12:41:04
Rupiah
Advertisement

Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan guna meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi era persaingan global. Kerja sama tersebut terutama untuk meningkatkan kompetensi SDM di bidang Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SPPUR).

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng mengatakan, pembangunan SDM berkualitas merupakan salah satu pondasi yang harus terbangun dengan kokoh, selain pengembangan dari sisi infrastruktur. SDM yang berkualitas tersebut harus memiliki kompetensi yang mumpuni dari sisi kemampuan teknis.

"Harus mumpuni dari sisi kemampuan teknis, penerapan prinsip-prinisip tata kelola yang baik (good corporate governance) dan praktik bisnis terbaik," ujar Sugeng di Ayana Mid Plaza, Jakarta, Rabu (8/11).

Advertisement

Melihat kebutuhan tersebut, peningkatan dan standardisasi kompetensi kerja dalam kegiatan SPPUR menjadi sangat strategis dan perlu mendapat perhatian dari semua pihak. Sementara itu, Bank Indonesia, berkepentingan untuk memastikan bahwa perkembangan lndustri SPPUR di dukung oleh SDM yang kompeten.

"Pengembangan standar kompetensi kerja merupakan tuntutan dan keniscayaan seiring perkembangan yang pesat di industri SPPUR bank dari segi volume transaksi pembayaran maupun model bisnis yang semakin beragam. Ini tugas BI untuk mengawasi," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemenaker, Kunjung Masehat mengatakan, adanya peningkatan kompetensi tersebut diharapkan mampu meminimalisir risiko pengelola Rupiah di lembaga keuangan.

Advertisement

"Berarti nanti kita akan mendapatkan tenaga kerja yang kompeten di dalamnya. Bahwa nanti namanya risiko di pengelolaan rupiah itu akan semakin minimal. Dia akan meminimalisir, khususnya dibidang pengelolaan rupiah," ujar Kunjung.

Untuk memperkuat SPRU, BI bersama para stakeholder akan melakukan penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Nasional Indonesia (KKNI) bidang SPPUR. Standar kompetensi ini sebagai salah satu cara mewujudkan sistem pembayaran nasional yang aman, lancar, dan efisien.

"Apalagi dengan sistem pembayaran yang selama ini enggak menggunakan uang cash. BI sebagai lembaga yang membina perbankan, menjadi tangan yang menentukan bagaimana melihat kompetensi," tandasnya.

Baca juga:
Industri ritel gulung tiker dan PHK makin banyak, ini langkah Kemnaker
Survei: Indonesia jadi surga belanja online terbesar se-Asia Tenggara
Kuliner asal Bandung jajaki pasar Malaysia
Menkeu Sri Mulyani undang 20 ekonom dan analis perbankan, ini yang dibahas
Nilai tukar Rupiah dibuka melemah ke level Rp 13.523 per USD

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.