LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bank Indonesia Diprediksi Tak akan Turunkan Suku Bunga Acuan

Piter mengatakan, meskipun neraca perdagangan maupun Rupiah menunjukkan perbaikan di tahun ini, namun kondisi global masih menjadi tantangan bagi bank sentral. Salah satunya kenaikan imbal hasil US Treasury.

2021-04-27 15:45:00
Bank Indonesia
Advertisement

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah menyebut bahwa Bank Indonesia (BI) sudah tidak lagi memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan. Level BI 7 Day Reverse Repo Rate yang saat ini berada di level 3,5 persen dinilai sudah maksimal menjadi suku bunga terendah sepanjang masa.

"Saya perkirakan BI tidak punya ruang turunkan suku bunga acuan," katanya dalam acara diskusi Mendobrak Inersia Pemulihan Ekonomi, Selasa (27/4).

Piter mengatakan, meskipun neraca perdagangan maupun Rupiah menunjukkan perbaikan di tahun ini, namun kondisi global masih menjadi tantangan bagi bank sentral. Salah satunya kenaikan imbal hasil US Treasury.

Advertisement

Sebab menurut dia, jika imbal hasil US Treasury terus mengalami kenaikan, sementara suku bunga diturunkan, maka ini akan memberikan selisih yang melebar.

"Nampaknya itu enggak cukup tutup risiko investasi dalam negeri, sehingga mendorong keluarnya investasi asing, khususnya portofolio," ujarnya.

Piter melanjutkan, ke depan bank-bank sentral dunia justru akan melakukan normalisasi alias menaikkan kembali suku bunga acuan. Hal ini dilakukan seiring dengan pemulihan ekonomi yang juga mulai terjadi.

Advertisement

"Dan jika mereka lakukan normalisasi atau tappering, sebakan ada tekanan ke rupiah dan harus direspons oleh BI dengan menaikkan suku bunga," jelasnya.

Namun menurut Piter, suku bunga BI ke depannya akan cenderung tetap hingga ada tappering off dari bank sentral AS. Selain itu, suku bunga yang stabil juga masih diperlukan demi mendukung pemulihan ekonomi di Tanah Air.

"Ke depan saya perkirakan suku bunga akan cenderung tetap dalam rangka support pemulihan ekonomi nasional dan BI nampaknya sudah enggak ada ruang turunkan suku bunga acuan," jelasnya.

Baca juga:
Peran Perempuan dalam Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tanah Air
BI Catat Uang Beredar Mencapai Rp6.888 Triliun di Maret 2021
R&I Pertahankan Peringkat Investment Grade, Bukti Terjaganya Ekonomi Indonesia
Revisi Pertumbuhan Ekonomi BI Dinilai Kontras dengan Harapan Presiden Jokowi
Perjalanan RA Kartini Jadi Gambar dalam Uang Rupiah Tahun 1952 dan 1985
Dorong Ekonomi Syariah, BI Bakal Bentuk Holding Bisnis Pesantren

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.