Bank Dunia sebut tak ada lagi orang miskin di muka bumi pada 2030
Jumlah orang miskin di dunia terus menurun tiap tahunnya.
Orang kaya makin kaya, orang miskin makin miskin.
Pepatah ini nampaknya sudah usang dan tidak relevan dengan kehidupan manusia saat ini. Pasalnya, menurut laporan terbaru Bank Dunia, jumlah orang miskin di dunia makin hari makin menurun.
Menurut Bank Dunia, populasi orang miskin atau masyarakat yang konsumsinya di bawah USD 2 per hari saat ini sudah berada di bawah 10 persen dari populasi dunia. Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah dunia.
Bahkan, pengurangan jumlah orang miskin disebut masih akan terus berlanjut, dan dunia diprediksi akan bebas dari orang miskin pada 2030 mendatang.
Bank Dunia menggunakan garis kemiskinan internasional terbaru yaitu konsumsi dari USD 1,90 per hari. Hasilnya, jumlah orang miskin di seluruh dunia turun dari 902 juta orang atau 12,8 persen dari populasi global di 2012 menjadi 702 juta orang atau 9,6 persen dari populasi global tahun ini.
Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim mengatakan, pengurangan besar-besaran orang miskin terjadi karena tingkat pertumbuhan ekonomi yang kuat di negara berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Investasi pendidikan cukup tinggi, serta kesehatan yang terjamin. Jaring penyelamat kemiskinan suatu negara mencegah seseorang kembali ke dalam kemiskinan.
Namun demikian, Jim Yong Kim mengingatkan kalau krisis politik di Afrika dan Timur Tengah bisa mengancam target dunia tanpa orang miskin di 2030 mendatang.
"Ini adalah kisah terbaik di dunia saat ini. Proyeksi menunjukkan bahwa kita adalah generasi pertama dalam sejarah manusia yang bisa mengakhiri kemiskinan ekstrem," kata Kim seperti dilansir dari Forbes, Selasa (5/10).
Menurut Kim, saat ini adalah momentum tepat untuk mencari strategi mengakhiri kemiskinan di dunia. Pasalnya, persentase orang miskin saat ini tinggal satu digit saja.
"Tapi bagaimanapun, ini tetap sulit (menghapus kemiskinan) karena ekonomi global sedang melambat, pasar keuangan sangat bergejolak, banyak konflik serta anak muda yang menganggur cukup banyak."
(mdk/idr)