LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Banjir ganggu 24 pusat belanja Jabodetabek, omzet ritel anjlok

Banjir, disebut Bayu, tak lantas membuat harga barang meningkat.

2014-01-20 14:55:18
Banjir Jakarta
Advertisement

Omzet bisnis ritel di kawasan Jabodetabek diperkirakan anjlok lantaran banjir yang melanda sejak pekan lalu. Pemerintah dan pengusaha masih mendata kerugian akibat gangguan alam ini.

Data sementara yang masuk ke Kementerian Perdagangan, setidaknya 24 pusat perbelanjaan di sekitar ibu kota yang aksesnya tertutup air bah. Akibatnya pasokan barang dan pembeli menurun.

"Dari laporan yang kami terima, dalam satu minggu ini berkurang omzet (untuk ritel) 20-30 persen," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di Jakarta, Senin (20/1).

Advertisement

Pemerintah meyakini biaya distribusi produk ritel di Jabodetabek meningkat. Hitungan sementara sekitar 10-20 persen. Namun, kondisi ini menurut Bayu tak mempengaruhi harga di pasaran.

"Karena pembelinya juga turun dan mereka terikat kontrak harga, maka relatif tidak ada perubahan harga," ungkapnya.

Ditemui terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi meyakini ada kerugian yang dialami pengusaha ritel Jabodetabek akibat banjir. Pihaknya masih mengumpulkan informasi dari para anggota.

Advertisement

"Banjir jelas merugikan kita semua. Sekarang kami masih menghitung dampak terhadap kerugian," ujarnya.

Arus barang dari dan menuju Jakarta juga belum mengalami gangguan signifikan. Bayu mengatakan mayoritas industri di ibu kota menghasilkan makanan olahan dan produk manufaktur. Banjir tahun ini juga tak sampai menutup kawasan industri berikat di Pulo Gadung seperti musibah tahun lalu.

Stok ritel yang bertumpu pada produksi di Jakarta menurutnya aman sampai musim hujan mereda akhir bulan nanti. "Untuk barang olahan di ritel, mereka sudah punya stok satu sampai tiga bulan ke depan, dan sudah ada pusat-pusat distribusi di daerah," tuturnya.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.