Bangun tol Solo-Kertosono, pemerintah andalkan utang China
Target selesai 2018.
Pemerintah membutuhkan investasi sebesar Rp 3,2 triliun untuk membangun proyek tol Solo-Kertosono seksi Saradan-Kertosono sepanjang 38,82 kilometer. Untuk itu, pemerintah mengandalkan pinjaman China untuk membiayai pengerjaan sepanjang 37,79 kilometer dan 1,43 kilometer sisanya menggunakan dana APBN.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Jakarta, Jumat (21/8).
Proyek tol tersebut bakal digarap dua perusahaan pelat merah. Yakni, Jasa Marga dan Waskita.
Direktur Jenderal Bina Marga Hediyanto Husaini menambahkan, proyek tol Solo-Kertosono sepanjang 178,4 kilometer terbagi ke dalam tiga seksi. Pertama ruas Colomadu-Karanganyar sepanjang 20,9 kilometer, pembangunannya mengandalkan dana APBN.
Kedua, ruas Karanganyar-Saradan sepanjang 118,71 km. Ketiga ruas Saradan-Kertosono sepanjang 38,82 km.
"Jalan tol Solo-Kertosono ditargetkan selesai pada 2018."
Baca juga:
DPRD desak Pemkab buka penutupan jalur alternatif Bogor-Sukabumi
Batal bangun JSS, perusahaan Tommy Winata bangun pabrik baja
Ini desain tampilan Gasibu yang direvitalisasi habiskan Rp 16 M
Kritik pedas ke Jokowi soal infrastruktur dan anggaran negara 2016
Harapan Aher di HUT Jabar ke-70, bangun bandara hingga 12 ruas tol