Bangun smelter butuh USD 2,2 miliar, Freeport sebut kemahalan
Itu sebabnya perusahaan AS ini pilih gandeng PT Antam menggarapnya.
PT Freeport Indonesia berencana akan membangun pusat pengolahan konsentrat tembaga di dalam negeri. Untuk menjalankan pembangunan tersebut, setidaknya Freeport harus mengeluarkan total investasi miliar Dolar Amerika.
"Studi awal butuh USD 2,2 miliar," ujar Presiden Direktur Freeport Rozik B Sutjipto di Gedung Antam, Jakarta, Senin (10/2).
Rozik mengatakan, angka tersebut didapat dari studi awal yang sudah dijalankan oleh Hex Engineering selaku mitra Freeport. Namun demikian, angka tersebut masih terlalu besar.
Atas hal itu, terang Rozik, pihaknya kemudian memutuskan untuk menggandeng PT Aneka Tambang (Antam). Menurut dia, BUMN itu memiliki pengalaman dalam membuat smelter dengan biaya lebih murah.
"Antam pengalamannya banyak, itu yang membuat proyek lebih murah," terang Rozik.
Lebih lanjut, Rozik berharap dapat mendapatkan angka pasti dari studi kelayakan yang dijalankan Antam. "Dari pengalaman Antam di Indonesia, harapannya kita bisa mendapat angka yang lebih konkret. Tapi yang jelas Freeport akan ikut dalam pembiayaannya," pungkas dia.
Baca juga:
Freeport jamin studi kelaikan smelter dengan Antam serius
Freeport dan Newmont seperti raja di negeri orang
Wamen ESDM tak takut ancaman Freeport dan Newmont
DPR minta kontrak Freeport buat sejahtera rakyat Papua
5 Reaksi pemerintah saat Freeport mengemis minta keringanan