Bangun infrastruktur cara pemerintah tangkap potensi e-commerce Rp 1.800 T di 2020
Direktur Pos Direktorat Jenderal PPI (Penyelenggaraan Pos dan Informatika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Ikhsan Baidirus, mengatakan perkembangan ini tentu menjadi peluang besar bagi sektor usaha logistik. Mengingat perkembangan e-commerce amat membutuhkan sokongan sistem distribusi andal.
Pemerintah, dalam hasil kajian studi roadmap e-commerce Indonesia, menyatakan bahwa bisnis e-commerce di Indonesia diperkirakan bakal tumbuh 10 kali lipat di 2020. Pada 2020 nanti, nilai perdagangan daring akan mencapai USD 130 miliar atau Rp 1.800 triliun.
Direktur Pos Direktorat Jenderal PPI (Penyelenggaraan Pos dan Informatika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Ikhsan Baidirus, mengatakan perkembangan ini tentu menjadi peluang besar bagi sektor usaha logistik. Mengingat perkembangan e-commerce amat membutuhkan sokongan sistem distribusi yang andal.
"Karena itu, pemerintah mendorong pembangunan infrastruktur, jalan, pelabuhan, juga bandara yang akan mendukung lancarnya arus pergerakan logistik ke depan," ungkapnya di Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Jakarta, Selasa (17/4).
Selain itu, pemerintah, melalui Kementerian Kominfo juga mendorong percepatan pembangunan broadband 4G di seluruh Indonesia. Namun, tantangan yang dihadapi juga tak sedikit.
Salah satunya peringkat Indonesia berdasarkan Logistic Performance Index yang turun ke urutan 63 pada 2016. Padahal, di 2014, Indonesia ada di urutan 43.
Karena itu, kata Ikhsan, Kementerian Kominfo tengah mempersiapkan sebuah forum diskusi berupa seminar nasional yang khusus berbicara soal masa depan usaha logistik Indonesia. "Tujuan seminar untuk mengetahui kesiapan industri logistik e-commerce serta mengenali juga menemukan peluang industri logistik di era logistik," kata dia.
Diharapkan dengan adanya seminar tersebut, dapat ditemukan solusi dari hambatan dalam pengembangan bisnis logistik. Selain itu, diharapkan dapat mendorong pelaku bisnis logistik untuk lebih berani mengambil kesempatan dalam bisnis logistik ini.
"Seminar akan diadakan di Hotel Borobudur (Jakarta), pada tanggal 14 Mei 2018. Kita akan mengajak semua stakeholder yang terkait baik dari pemerintah, pelaku usaha logistik, dan pelaku usaha e-commerce," tandasnya.
Baca juga:
4 Hal ini membuktikan Indonesia bisa jadi negara besar di dunia
Kini, konsumen Tokopedia bisa bayar kredit pakai Kredivo
Luncurkan layanan baru, Blibli.com beri diskon jelang Ramadan
Bukalapak incar belanja aksesoris pakai QR code di IIMS 2018 capai 70 persen
Setelah kue kekinian dan lip cream, kini para artis rambah e-commerce
Alibaba bangun pusat riset untuk kecerdasan buatan
Pemerintah kendalikan barang e-commerce dari luar negeri lewat PLB