LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bandara Cengkareng padat, Lion Air pilih Malaysia jadi hub penerbangan

"Kalau di Australia itu terlalu ke selatan, letaknya kurang tepat, 'combined market' (gabungan sasaran pasar)-nya ke mana, untuk Soekarno-Hatta kita bisa apa, sudah padat begitu."

2017-08-30 14:36:04
Lion Air
Advertisement

Grup Lion Air akan menjadikan Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia sebagai hub penerbangan internasional. Bandara ini dipilih karena faktor posisinya.

Direktur Utama Grup Lion Air, Edward Sirait menilai, secara letak geografis, Kuala Lumpur merupakan tempat yang tepat untuk dijadikan hub internasional karena berada di tengah-tengah jalur penerbangan yang dilintasi oleh maskapai-maskapai Grup Lion Air.

"Kalau di Australia itu terlalu ke selatan, letaknya kurang tepat, 'combined market' (gabungan sasaran pasar)-nya ke mana, untuk Soekarno-Hatta kita bisa apa, sudah padat begitu," katanya.

Advertisement

Selain itu, menurut Edward, Kuala Lumpur memiliki kapasitas yang jauh lebih besar dari Bandara Changi, Singapura. "Kapasitas terbuka, Singapura sudah padat, selain itu Kuala Lumpur sendiri masih bisa menampung," katanya.

Dia menambahkan Bandara Internasional Kuala Lumpur masih bisa dikembangkan ke depannya karena masih ada potensi lahan yang luas.

"Sekarang pergerakan pesawatnya 100 pesawat per jam dan empat 'runway' (landas pacu), itu masih bisa dibangun, artinya mereka punya visi jadi bandara besar, Singapura punya keterbatasan lahan, akan 'stuck' suatu saat," katanya.

Advertisement

Edward menyebutkan saat ini pergerakan pesawat Grup Lion Air di Bandara Internasional Kuala Lumpur, yaitu sekitar 240 per hari, di mana Malindo Air 200 pergerakan dan Lion Air serta Batik Air 40 pergerakan.

Sementara itu, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato Sri Zahrain Muhammad Hashim menyambut baik rencana Grup Lion Air tersebut.

"Rencana ini merupakan perencanaan bisnis yang baik dari Pak Rusdi Kirana (Duta Besar Indonesia untuk Malaysia) untuk antarkedua negara, saya kagum dengan ide-ide beliau," katanya.

Dato Sri Zahrain berharap ke depannya akan terus berlanjut kerja sama antara Indonesia dan Malaysia, terutama dalam bidang penerbangan. "Kita mau berkongsi bersama, memahami pikiran-pikiran agar tujuan keduanya tercapai," katanya.

Baca juga:
Tak ada calhaj yang ditinggal terbang Lion Air di Tarakan
120 penumpang yang ditinggal terbang Lion Air berangkat sore ini
Wings Air & Lion Air senggolan, Lion Grup kembalikan uang penumpang
Pesawat bersenggolan, Lion Air bakal kena sanksi Menhub Budi
Lion Air dan Wings Air senggolan, Bandara Kualanamu ditutup 20 menit

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.