LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bakrie bantah beli Path untuk kampanye Pemilu

Anindya Bakrie: Tidak ada hubungannya dengan politik, murni investasi.

2014-02-03 17:09:05
Bakrie and Brothers
Advertisement

Peran media sosial di tanah air diakui sangat besar untuk membentuk opini. Terlebih, masyarakat Indonesia tercatat sebagai pengguna media sosial terbesar di dunia. Salah satunya media sosial Path. Indonesia tercatat sebagai pengguna terbesar kedua di dunia.

Dari gambaran itu, pembelian saham Path yang dilakukan Grup Bakrie sempat dikaitkan sebagai salah satu cara Bakrie membentuk opini jelang Pemilu 2014. Namun hal itu secara tegas dibantah Presiden Komisaris PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) Anindya Bakrie. Dia mengatakan, investasi Bakrie Grup di Path tidak berkaitan dengan keterlibatan Aburizal Bakrie dalam pemilu 2014.

"Nggak ada hubungannya dengan politik. Ini murni investasi," kata Anin di Kantor ANTV, Kuningan, Jakarta, Senin (3/2).

Advertisement

Sebelumnya, Virtual Consultant Tuhu Nugraha menilai, langkah Bakrie Grup kurang tepat apabila memanfaatkan investasi di Path untuk mendongkrak popularitas Aburizal Bakrie dalam bursa Pemilu 2014.

Menurut Tuhu, perputaran isu di Path tidak secepat di Twitter. "Menurut saya, kalau untuk mendongkrak popularitas itu di Twitter, bukan di Path atau yang lain karena Twitter itu seperti pasar, dimana isu cepat sekali berubah. Ketika ada Twitter, orang gak perlu mikir isu apa yang akan berkembang cepat, isu itu cepat menyebar. Path kan tidak begitu," jelas Tuhu kepada merdeka.com, Selasa (21/1).

Tuhu sendiri menanggapi pesimis prospek investasi Bakrie Grup di jejaring sosial Path. Menurut Tuhu, bukan perihal sosok Abu Rizal Bakrie yang menjadikan prospek bisnis di Path pesimis, melainkan Path itu sendiri yang dinilai kurang prospektif untuk jangka waktu yang lama.

Advertisement

"Saya pesimis soal Path, bukan karena Bakrie-nya tapi karena Path itu sifatnya sesaat. Path itu hanya trend di Indonesia, mungkin juga Amerika. Indonesia sendisi trennya suka berganti-ganti," jelas Tuhu.

Bakrie Grup melalui Bakrie Global Ventura telah menggelontorkan dana sebesar USD 25 juta atau sekitar Rp 304 miliar untuk membeli saham Path. Langkah tersebut didasari oleh penilaian bahwa masyarakat Indonesia merupakan pengguna Path terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.