LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bahan Baku Industri Pakaian Jadi Andalan Impor

Jika berjalan baik, maka konsep ini mampu mendorong pertumbuhan PDB riil sebesar 1-2 persen per tahun, sehingga pertumbuhan PDB per tahun akan naik dari 5 persen menjadi 6-7 persen pada periode tahun 2018-2030.

2019-07-24 22:23:20
ekspor impor
Advertisement

Industri pakaian jadi memberikan kontribusi cukup besar pada perekonomian nasional. Namun, pemenuhan bahan baku di sektor ini masih mengandalkan impor.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri pakaian pada Triwulan I tahun 2019 tumbuh 23,21% dengan memberikan kontribusi sebesar 0,97% terhadap PDB nasional. Angka itu dihitung dari industri pakaian jadi secara keseluruhan.

"Kinerja ekspor pakaian jadi terus meningkat, nilai ekspor periode Januari-Mei 2019 mencapai USD 3,55 miliar, hal ini menunjukkan bahwa industri pakaian jadi Indonesia memiliki kinerja yang baik dan daya saing yang cukup tinggi," ujar Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih di Bandung, Rabu (24/7).

Advertisement

Hanya saja, ia mengakui, bahan baku untuk pemenuhan industri kain masih mengandalkan impor. Indonesia memang memiliki industri benang untuk diekspor, tapi sisanya mengandalkan produk luar negeri.

"Bahan baku agak susah karena memang impor," ujarnya.

"Kainnya di luar, masuk lagi (ke Indonesia) kain finish diwarnai masuknya lagi ke kita. Nah kita jadi tukang jahitnya garmen. Garmennya enggak di kita, tapi juga di sana (luar negeri)," tambah Gati.

Advertisement

Salah satu produk yang tidak bisa dibendung adalah gempuran dari China. Sebabnya adalah Free Trade Agreement (FTA) atau perjanjian perdagangan bebas yang disepakati antara Indonesia dan China.

Untuk mengakalinya, pemerintah berusaha memfasilitasi produk pakaian dari pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) terus bersaing dengan produk impor dengan mengimplementasikan konsep industri 4.0.

Sederhananya, konsep ini mengintegrasikan antara konsumen, industri fesyen atau pemilik brand, industri bahan baku dan industri konveksi atau penjahit.

Jika berjalan baik, maka konsep ini mampu mendorong pertumbuhan PDB riil sebesar 1-2 persen per tahun, sehingga pertumbuhan PDB per tahun akan naik dari 5 persen menjadi 6-7 persen pada periode tahun 2018-2030.

"Dari capaian tersebut, industri manufaktur diharapkan akan memberikan kontribusi sebesar 21-26 persen terhadap PDB nasional pada tahun 2030," ujar Gati.

Pada tahap awal, dia menjelaskan, pihaknya akan melakukan seleksi kepada 20 IKM fesyen dan 30 penjahit yang telah bersertifikat SKKNI. Manfaat yang diperoleh bagi IKM dengan bergabung dalam clothing line ini antara lain peningkatan kualitas produk dan produktivitas, meningkatnya daya saing serta akses pemasaran yang semakin luas.

Ia mencontohkan, untuk produksi pakaian muslim, perluasan pasar bisa dilakukan di antaranya ke ke malaysia, Arab Saudi, Turki.

Baca juga:
Semester I-2019, OJK Catat PMI Manufaktur dan Ekspor RI Masih Melambat
Baru Dua Tahun di Indonesia, Gaikindo: Ini yang Paling Kami Suka dari Wuling
Ekspor Mebel Meningkat Dampak Perang Dagang AS dan China
PT INKA Kirim 26 Gerbong Kereta ke Bangladesh
Lobi Mendag ke China Berpotensi Benahi Kinerja Ekonomi
Menko Luhut Sarankan Presiden Jokowi Setop Impor Garam

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.