LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bagasi Pesawat Berbayar Pukul Sektor UKM Hingga Pertumbuhan Ekonomi

Institute for Development Economy dan Finance (Indef) mengatakan bahwa pengenaan bagasi pesawat berbayar bakal menghantam perekonomian Indonesia. Dalam jangka panjang, pengenaan bagasi berbayar bisa saja menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi stagnan di kisaran 5 persen.

2019-02-09 14:30:00
Bagasi Lion Air Berbayar
Advertisement

Institute for Development Economy dan Finance (Indef) mengatakan bahwa pengenaan bagasi pesawat berbayar bakal menghantam perekonomian Indonesia. Dalam jangka panjang, pengenaan bagasi berbayar bisa saja menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi stagnan di kisaran 5 persen.

Peneliti Indef, Bhima Yudhistira, mengatakan dampak pertama yang bakal terjadi jika pengenaan bagasi berbayar ini tidak dihentikan adalah kenaikan angka inflasi.

"Inflasi di bulan Januari sudah mulai terasa dengan adanya bagasi berbayar. Dan kalau ini terus dibiarkan, tidak disetop untuk bagasi berbayar, kita khawatir inflasi di 2019 bisa mulai naik di atas target dari pemerintah 3,5 persen," kata dia, saat ditemui, di Jakarta, Sabtu (9/2).

Advertisement

Selain itu tentu pengenaan bagasi berbayar akan juga memukul kegiatan usaha kecil dan menengah atau UMKM. Terutama yang bergerak di sektor pariwisata dan perjalanan.

"UMKM paling terdampak dengan adanya bagasi berbayar. UMKM yang menjual oleh-oleh, UMK yang berkaitan dengan jasa transportasi darat, dari hotel menuju bandara itu akan terkena imbasnya," ungkapnya.

Ujung-ujungnya, kata Bhima, tentu akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi. "Bisa juga merembet ke pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kan konsumsi tangga saat ini hanya 5 persen. Jadi kalau cenderung melambat atau stagnan di 5 persen, maka tahun ini pertumbuhan ekonomi hanya berkisar 5 persen," jelas dia.

Advertisement

Oleh karena itu dia berharap, pemerintah dapat turun tangan untuk mengatasi kebijakan bagasi pesawat berbayar. "Jadi dari bagasi berbayar dampaknya cukup panjang bagi ekonomi. Kita saran pemerintah untuk evaluasi lagi dan menyuruh maskapai jangan mengenakan bagasi berbayar," tandasnya.

Baca juga:
Kementerian Perhubungan Tegur Lion Air soal Penerapan Bagasi Berbayar
Kebijakan Bagasi Berbayar Pukul Sektor Pariwisata dan UMKM
Kemenhub Evaluasi Penerapan Bagasi Berbayar Lion Air dan Wings Air
Bos BPS: Pengenaan Bagasi Pesawat Berbayar Bakal Sumbang Inflasi
Februari, Kemenhub Terbitkan Aturan Tarif Batas Bagasi Pesawat
Pasar Umrah di Solo Diprediksi Tumbuh 30 Persen
Arief Yahya Sedih Kebijakan Bagasi Berbayar Maskapai Pukul Sektor Pariwisata

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.