Awal Ramadan, asosiasi ritel sebut belanja masyarakat naik 10 persen
Ini disebabkan oleh kestabilan harga barang yang dijual di toko ritel.
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengungkapkan belanja masyarakat saat Ramadan naik. Ini disebabkan oleh kestabilan harga barang yang dijual di toko ritel.
"Kalau bicara waktu yang singkat ini, masyarakat sudah mulai kembali berbelanja. Itu yang kami harapkan. Sudah ada peningkatan lebih kurang 10 persen dari biasanya," ujar Ketua Aprindo Roy Mandey, Jakarta, Selasa (14/6).
Menurutnya, kestabilan harga barang didukung oleh pencapaian inflasi rendah sepanjang tahun ini, masih di bawah 4 persen.
"Artinya harga relatif stabil dan mendorong konsumen untuk berbelanja. Walaupun ada beberapa barang pokok yang naik, tapi cenderung di pasar modern stabil," katanya.
Maka itu, Roy berharap industri ritel bisa menggeliat saat bulan puasa ini. Dia memprediksi, industri ritel bakal tumbuh 10 persen-12 persen tahun ini.
"Mudah-mudahan bulan ini terjadi recovery. Sehingga industri ritel yang tahun lalu sempat terpuruk dgn tingkat pertumbuhan rata-rata 8 persen-9 persen dengan nilai Rp 176 triliun," katanya.
"Tahun ini semoga bisa meningkat menjadi 10 persen-12 persen atau sebesar Rp 200 triliun."
(mdk/yud)