Awal pekan, Rupiah melemah ke level Rp 13.163 per USD
Rupiah dibuka di Rp 13.163 per USD atau melemah dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 13.155 per USD.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dibuka melemah di perdagangan hari ini, Senin (19/9). Rupiah dibuka di Rp 13.163 per USD atau melemah dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 13.155 per USD.
Mengutip data Bloomberg, di 30 menit awal perdagangan Rupiah menguat tipis ke Rp 13.158 per USD. Namun, saat ini Rupiah kembali melemah ke 13.165 per USD.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juli 2016, nilai tukar (kurs) Rupiah di 34 provinsi di Indonesia melemah (depresiasi) terhadap empat mata uang dunia yang beredar di Tanah Air, yakni Dolar Amerika Serikat (USD), Dolar Australia (AUD), dan Euro (EUR), dan Yen Jepang.
Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo mengatakan Rupiah terdepresiasi paling tinggi terhadap Yen Jepang, sebesar 3,41 persen, di mana Maluku Utara menjadi provinsi dengan level terendah kurs tengah yang mencapai Rp 132,74 per Yen Jepang.
"Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu keempat Agustus 2016 yang mencapai Rp 130,74 per Yen Jepang. Ini karena ada intervensi dari pemerintah Jepang dan terhadap pasar keuangan Jepang," kata Sasmito di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (15/9).
Terhadap Euro, Rupiah terdepresiasi sebesar 2,42 persen. Dengan level terendah rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu keempat Agustus 2016 yang mencapai Rp 14.912,91.
Rupiah juga terdepresiasi terhadap Dolar Australia (AUD) sebesar 1,59 persen. Dengan level terendah rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu keempat Agustus 2016 yang mencapai Rp 10.033,89 per AUD.
Sedangkan untuk Dolar Amerika (USD), Rupiah terdepresiasi sebesar 1 persen. Dengan level terendah rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu kelima Agustus 2016 yang mencapai Rp 13.237,81 per USD.
"Kondisi di Amerika yang pengangguran menurun memberi dampak ke semua negara. Australia karena pertumbuhan ekonominya bagus. Uni Eropa juga mata uangnya menguat terhadap Rupiah," pungkasnya.
Baca juga:
Ini penyebab harga gas Indonesia lebih mahal dibanding Singapura
Pengusaha usul agar harga gas diatur pemerintah seperti Premium
Tekan dwelling time, importir reputasi baik tak diperiksa
Ekspor kerajinan kerang Bali meroket 25,76 persen di semester I-2016
Tingkat pengangguran DIY sedikit tapi produktivitas pekerja rendah