LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Awal pekan, IHSG diperkirakan menguat

Faktor pendorong IHSG menguat signifikan adalah kenaikan BI Rate jelang akhir pekan lalu.

2013-09-02 08:13:00
IHSG Terpuruk
Advertisement

Mengawali pekan ini, investor dan pelaku pasar modal cenderung mengambil sikap menunggu (wait and see) angka inflasi serta perkembangan stimulus di AS.

"Sehingga indeks harga saham gabungan (IHSG) akan berada di kisaran support-resistance 4.140-4.250, ini artinya IHSG diperkirakan akan menguat kembali," ujar Analis Panins Sekuritas, Purwoko Sartono dalam riset hariannya kepada merdeka.com, Jakarta, Senin (2/9).

Dia menuturkan, faktor pendorong IHSG menguat signifikan adalah kenaikan BI Rate jelang akhir pekan lalu. Faktor lain adalah reboundnya bursa regional Asia. Kenaikan bursa regional didorong meredanya ketegangan di Suriah dan juga pertumbuhan ekonomi Amerika kuartal II/2013 yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Advertisement

Ekonomi Amerika Serikat pada kuartal II/2013 tumbuh 2,5 persen, naik dari estimasi sebelumnya yang hanya sebesar 1,7 persen. Selain itu, data tunjangan pengangguran pekan lalu juga turun 6.000 menjadi 331.000 orang. Dua data tersebut membuat langkah pengurangan stimulus yg akan dilakukan the Fed pada tahun ini menjadi cukup rasional. Yield SUN 10 thn untuk pertama kalinya turun dalam sepekan sebesar 14bps menjadi 8,73 persen.

Sebelumnya, pada penutupan akhir pekan, Jumat (30/8) IHSG menguat 2,23 persen atau 91,49 poin ke level 4.195. Sementara Indeks LQ45 ditutup juga menguat 3,10 persen atau 21,05 poin ke level 701,066.

Selain itu, nilai tukar Rupiah juga mengalami penguatan untuk pertama kalinya dalam sepekan. Kedua hal ini terjadi disebabkan oleh kebijakan BI menaikkan suku bunga acuannya sebesar 50 bps menjadi 7 persen.

Advertisement

Tidak hanya di Indonesia, Brasil pun melakukan hal yg sama dng menaikkan suku bunga acuannya kemarin untuk menahan depresiasi mata uangnya terhadap USD. Namun, India Rupee kembali terjungkal 3,24 persen ke level terendah sejak 27 tahun terakhir.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.