LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Atasi krisis listrik Medan, Inalum sumbang 210 MW

Rini mengeluhkan lamanya permasalahan penyitaan pembangkit di Medan terselesaikan sehingga timbul krisis listrik ini.

2014-10-31 11:27:32
Krisis Listrik
Advertisement

Krisis listrik di Sumatera Utara terus saja menjadi permasalahan sampai di pemerintahan Jokowi - Jusuf Kalla. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengungkapkan nantinya PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) akan memberikan tambahan bantuan listrik sebesar 210 megawatt (MW).

"Waktu ketemuan dengan presiden pagi hari di rapat menko, kami diingatkan juga bahwa ada listrik yang tersedia di PT Inalum, sorenya kami rapat kami rapat dengan Inalum dan PLN, akhirnya dalam dua bulan ini, kami harapkan ada tambahan 210 MW yang dapat dialirkan dari Inalum," ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (31/10).

Menurut Rini, permasalahan utama krisis listrik di Sumatera Utara yakni adanya pembangkit yang disita oleh kejaksaan. "Pembangkit ini sudah lama (disita) dan sampai sekarang masih terkatung katung," jelas dia.

"Pembangkit ini kapasitasnya 1800 MW. Kapasitas ini bisa sangat membantu Kota Medan. Kami melaporkan kepada bapak presiden agar bisa cepat menangani hal tersebut," ungkapnya.

Lebih lanjut, permasalahan ini diharapkan cepat teratasi. Rini berjanji, akhir tahun ini bisa terselesaikan.

"Kami tidak tahu akan terselesaikannya kapan. Namun, kami akan komunikasi dengan kejaksaan lebih dalam tujuannya agar segala sesuatu yang bermanfaat bagi rakyat harap diperbaiki," tutup dia.(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.