Astra Dorong Ekspor Produk Olahan Makanan dari Lombok ke Timor Leste dan Malaysia
Total nilai keseluruhan mencapai Rp700 juta yang dikelola oleh CV. Yant Sorghum.
PT. Astra International Tbk berhasil panen raya produk olahan sorghum melalui Desa Sejahtera ASTRA (DSA) di Lombok. Tercatat, dari total 10 produk olahan yang bakal diekspor, berhasil bernilai Rp700 juta yang dikelola Yant Sorghum.
Sebanyak 10 produk olahan sorghum yang dilepas ekspor, di antaranya keripik tempe sorghum, roll sorghum, puff sorghum, keciput sorghum, stik bawang sorghum. Kemudian beras shorgum, tepung sorghum, biskuit sorghum, gula cair sorghum kemasan botol dan sachet dan edible spoon and fork sorghum.
Keberhasilan ini dihadiri sejumlah kementerian, seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Mereka mengikuti langsung proses pelepasan ekspor di Dusun Loko Sutrang, Desa Santong Mulya, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (22/1).
Manager Social Engagement Astra, Triyanto menyebutkan, Yant Sorghum diawali di Lombok Tengah. Sejak tahun 2017, Yant Sorghum mengembangkan perekonomian masyarakat petani, khususnya petani sorghum.
Pada tahun 2018, desa di Lombok ini menjadi salah satu DSA. Hingga sekarang, kata Triyanto, telah berkembang di 5 kota dan kabupaten wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan telah membantu petani degan peningkatan pendapatan rata-rata Rp 1,2 hingga 1,5 juta per bulan.
"Desa Sejahtera Astra ini adalah salah satu kontribusi sosial kami di bidang kewirausahaan atau ekonomi untuk membantu masyarakat mengambangkan produk-produk unggulan," ujar Triyanto.
Lanjut dia, Januari ini produk Yant Sorghum diekspor ke Malaysia dan Timor Leste. Selanjutnya tiga bulan ke depan akan merambah pasar Eropa. Tentunya Astra berharap tujuan ekspor akan terus bertambah sehingga semakin banyak petani di Nusa Tenggara Barat terlibat dan diberdayakan.
Dengan keberhasilan itu, Astra berharap sebaran dan jangkauan kegiatan produksi sorghum bisa lebih luas, serta semakin banyak petani mendapatkan manfaatnya. Apalagi kini terdapat 22 desa di seluruh NTB dan menjadi lapangan pekerjaan bagi 1000 petani.
Kesuksesan ini mendapat apresiasi dari Kemenko Perekonomian.
“Program ini tidak hanya mampu mendorong peningkatan kapasitas dan kualitas produk olahan unggulan desa dan daerah menembus pasar ekspor global, namun juga berhasil memberi dampak penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan yang cukup signifikan bagi masyarakat lokal," kata Asisten Deputi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Kewirausahaan Kemenko Perekonomian,Chairul Saleh.
Sementara itu, Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag, Ni Made Ayu Marthini, menyebut bahwa Sorghum bisa menjadi sumber pangan alternatif menggantikan gandum, padi atau jagung. Bahkan dapat dikreasikan menjadi berbagai bentuk makanan dan minuman olahan.
Paling menarik, kata dia, adalah inovasi sendok dan garpu dari sorghum. Hasil olahan ini nantinya yang terus didorong promosinya sekaligus mengedukasi buyers sebagai salah satu produk yang sustainable karena bersifat zero waste.
"Kami akan berkoordinasi dengan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk membukakan akses pasar di 46 kota yang menjadi akreditasi dari Atdag dan ITPC," kata Ni Made Ayu menjelaskan.
Dalam acara ini, turut hadir Bima Krida Pamungkas selaku Manager CSR Astra, Bupati Lombok Utara, Djohan Sjamsu dan Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan. Kemudian, Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kemedes PDTT, Syahrul, turut menyaksikan panen raya dan pelepasan ekspor ini.
(mdk/hrs)