Asosiasi minta fintech dan perbankan berkolaborasi
Kehadiran industri keuangan berbasis teknologi atau finansial technology (fintech) dinilai bisa menjadi pelengkap posisi perbankan. Untuk itu, kehadiran fintech butuh kolaborasi dari perbankan agar bisa terus tumbuh.
Kehadiran industri keuangan berbasis teknologi atau finansial technology (fintech) dinilai bisa menjadi pelengkap posisi perbankan. Untuk itu, kehadiran fintech butuh kolaborasi dari perbankan agar bisa terus tumbuh.
Direktur Kebijakan Publik Asosiasi Fintech Indonesia, Ajisatria Suleiman menilai kolaborasi antara fintech dan perbankan perlu dilakukan, mengingat fintech merupakan industri yang relatif masih baru. Hal ini dapat meningkatkan kualitas inklusi keuangan dan stabilitas perekonomian.
"Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perbankan amat dibutuhkan agar fintech dapat terus tumbuh," kata Ajisatria dalam acara edukasi training Fintech di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (6/8).
Dia menjelaskan, perbankan dan fintech memiliki kelebihan masing-masing. Posisi perbankan yang memiliki basis data nasabah serta ragam produk keuangan yang luas. Di sisi lain, fintech dapat menjadi kanal yang mempermudah nasabah dalam mengakses produk-produk keuangan.
"Kedua keunggulan ini dapat menjadi landasan bagi perusahaan baik konvensional dan rintisan untuk mengembangkan pelayanan terhadap konsumen," ujarnya.
Baca juga:
HSBC gandeng Sampoerna Foundation rilis modul fintech pertama di Indonesia
Blue Bird bisa bayar pakai TCASH
Kreditcepat resmi terdaftar dan diawasi oleh OJK
Ini hambatan pengembangan fintech di Indonesia versi OJK
Fintech dinilai jadi salah satu kunci UKM Indonesia naik kelas
Kemenkominfo bakal blokir aplikasi fintech ilegal di Indonesia