Aset milik RI ini jadi terbesar sedunia, mulai dari kapal hingga pembangkit listrik
Seperti diketahui, salah satu indikator pesatnya perekonomian adalah kepemilikan bangunan yang berukuran fantastis. Terbaru ialah Pertamina saat ini memiliki pipa gas terpanjang di Asia Tenggara. Hal ini terjadi ketika Pertamina resmi menjadi holding BUMN Migas.
PricewaterhouseCoopers mengeluarkan prediksi soal negara dengan perekonomian terkuat pada 2030 mendatang. Dalam laporan tersebut, Indonesia diprediksi menjadi negara dengan perekonomian terkuat kelima di dunia dengan nilai mencapai USD 5,424 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut bahwa saat ini Indonesia menjadi bagian dalam 20 negara ekonomi terbesar dunia. Indonesia menjadi salah satu tujuan menarik bagi para investor menanamkan modalnya.
Seperti diketahui, salah satu indikator pesatnya perekonomian adalah kepemilikan bangunan yang berukuran fantastis. Terbaru ialah Pertamina saat ini memiliki pipa gas terpanjang di Asia Tenggara. Hal ini terjadi ketika Pertamina resmi menjadi holding BUMN Migas.
Selain itu, apa saja bangunan yang telah dibangun di Indonesia dan menjadi yang terbesar bahkan sampai di dunia? Berikut merdeka.com akan merangkumnya untuk pembaca.
PLTP Sarulla
Presiden Joko Widodo meresmikan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Tapanuli Utara, Sumatera Utara pada Mei 2017. Hal ini sebagai bentuk komitmen Jokowi mendorong pengembangan panas bumi menjadi energi listrik.
PLTP Sarulla akan menjadi pembangkit geothermal terbesar di dunia. Sebab, PLTP Sarulla ini memiliki potensi panas bumi hingga lebih dari 1.000 Megawatt (MW).
"Ini salah satu PLTP yang terbesar di dunia. Sejak lama tidak ada, sebelumnya PLTP Kamojang, PLTP Salak. Kalau bisa 1.000 MW jadi paling besar untuk satu konsesi WKP," ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan.
Kapal Pertamina
PT Pertamina (Persero) memiliki satu aset yang menjadi terbesar di dunia. Dia adalah kapal bernama Pertamina Gas I.
Kapal seharga Rp 918,4 miliar ini diresmikan pada medio 2014. Kapal ini jadi kebanggaan Pertamina karena ukurannya terbesar sejagat buat kategori pengangkut produk migas. Panjang 'Pertamina Gas I' kurang lebih dua kali lapangan bola. Sementara lebar kapal ini mencapai 36 meter, kedalaman 22,3 meter, bobot mati 54,4 ton, dan sanggup membawa muatan 84.000 cubic metric (setara dengan 50.000 ton) elpiji.
Kapal raksasa itu pun multifungsi. Tak cuma buat mengangkut elpiji, tapi bisa pula difungsikan sebagai gudang penyimpanan BBM bergerak (floating storage). Selain itu juga sebagai dermaga untuk memindahkan muatan ke kapal-kapal elpiji kecil untuk distribusi ke berbagai wilayah.
Hanggar GMF
Anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk, PT Garuda Maintenance Facilities telah meresmikan hanggar atau bengkel pesawat terbesar di dunia. Hanggar tersebut dibangun untuk menampung pesawat berbadan kecil atau narrow body.
GMF menganggarkan dana hampir mencapai Rp 585 miliar untuk membangun hanggar yang keempat ini. Pembangunan hanggar tersebut dikerjakan PT Wijaya Karya (Persero).
Benteng Buton
Pariwisata saat ini menjadi salah satu andalan pemerintah dalam menggenjot pemasukan. Berlimpahnya obyek wisata membuat pemerintah optimistis dapat mendulang pundi-pundi devisa besar.
Salah satunya obyek wisata itu ialah benteng. Tetapi tahukah Anda bahwa salah satu peninggalan tersebut merupakan benteng terbesar di dunia? Benteng itu berada di sebuah pulau di sebelah timur Indonesia yaitu pulau Buton.
Benteng buton ini merupakan benteng terbesar di dunia dan tercatat di Guiness Book of Record pada tahun 2006. Benteng ini memiliki luas sebesar 23.375 hektar di kota Bau-bau. Benteng ini memiliki bentuk yang cukup unik dan terbuat dari campuran bahan batu kapur, batu kali, dan pasir. Tembok luar benteng ini memiliki tinggi 2,7 meter. Istana Buton memiliki 12 pintu gerbang dengan perlindungan meriam di tiap gerbangnya. Menurut masyarakat lokal, jumlah 12 gerbang ini merupakan jumlah lubang yang berada di tubuh manusia.
Benteng ini dibangun oleh Sultan Buton ketiga yang bernama La Sangaji di abad ke-16. Pada mulanya benteng ini hanya dibangun dari tumpukan batu di sekeliling kompleks istana untuk membatasinya dengan wilayah pemukiman rakyat. Kemudian pada masa pemerintahan pemerintahan selanjutnya oleh Sultan Buton ke-4, tembok ini mulai dibuat permanen dan menjadikannya benar-benar menjadi benteng yang kokoh.