AS tunda kenaikan suku bunga, Rupiah kembali bergairah
Langkah BI intervensi Rupiah dinilai cukup positif dan memberi kepastian.
Intervensi Bank Indonesia memberikan imbas positif terhadap nilai tukar Rupiah yang sepekan terakhir tak berdaya menghadapi Dolar Amerika Serikat (AS). Meski nilai tukar Yuan dan Won masih mengalami pelemahan, tidak berimbas pada Rupiah.
Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menuturkan, bank sentral Amerika Serikat (AS) juga belum memberikan sinyal kenaikan suku bunga. Sehingga, imbasnya belum terlihat terhadap laju nilai tukar Rupiah.
"Laju nilai tukar Rupiah bergerak sesuai perkiraan kami sebelumnya di mana sementara ini, masih adanya spekulasi akan adanya intervensi tambahan dari BI cukup dapat menenangkan pelemahan Rupiah sehingga kami perkirakan masih ada ruang bagi Rupiah untuk dapat melanjutkan pergerakan positifnya," ujar Reza dalam riset hariannya, Jumat (19/2).
Pernyataan BI dinilai cukup positif dan memberikan sinyal kepastian level yang akan dijaga yaitu di level Rp 11.900 - 12.300.
"Laju Rupiah berada di atas target level resisten Rp 12.690. Dengan pernyataan BI yang dinilai cukup positif tersebut memberikan sentimen yang positif pada laju Rupiah dan diharapkan masih ada ruang bagi Rupiah untuk dapat melanjutkan pergerakan positifnya. Rp 12.580-12.540 (kurs tengah BI)," ucapnya.
(mdk/noe)