Arti Penting Bandara Bagi Masyarakat di Pelosok Nusantara
Meski tidak memiliki nilai ekonomi, bandara sangat berguna bagi warga di daerah terpencil. Salah satu contohnya adalah Bandara Kufar yang terletak di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. Bandara tersebut menjadi tumpuan harapan mereka untuk melakukan perjalanan menuju kota Ambon dengan waktu tempuh cukup 50 menit.
Meski tidak memiliki nilai ekonomi, bandara sangat berguna bagi warga di daerah terpencil. Salah satu contohnya adalah Bandara Kufar yang terletak di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku.
Bandara tersebut merupakan Satuan Pelayanan (Satpel) dari Bandara Banda Neira. Sekaligus menjadi pintu masuk bagian Timur wilayah Seram.
Bandara sederhana tersebut menjadi tumpuan harapan mereka untuk melakukan perjalanan menuju kota Ambon dengan waktu tempuh cukup 50 menit. Sebab, jika melewati jalur darat, mereka sedikitnya harus menghabiskan waktu 8 jam perjalanan.
Belum lagi masyarakat harus melakukan penyeberangan dengan menggunakan kapal dengan merogoh kocek setara harga tiket pesawat, yaitu Rp 648.000.
Namun sayangnya, lokasi bandara berada tepat di tengah hutan. Jauh dari pemukiman warga. Akses jalan menuju bandara pun dapat dibilang sudah tidak laik sebab banyak kerusakan disana-sini.
Apabila hujan turun deras, jalan akses yang hanya satu-satunya tersebut tidak dapat dilalui karena terendam banjir air kali atau luapan dari rawa-rawa di sepanjang sisi jalan.
Kepala Bandara Banda Neira, Mohammad Amrillah, mengatakan jarak bandara ke lokasi pemukiman warga di kota adalah 76 Km. Sementara, jarak ke Ibu Kota Kabupaten adalah 112 Km.
"Jam operasi bandara pukul 06.00 sampai pukul 14.00 WIT," kata dia saat ditemui di Bandara Kufar, Maluku, ditulis Selasa (2/4).
Penerbangan dari dan ke Kufar hanya 4 kali dalam satu pekan. Yaitu Selasa, Rabu, Kamis dan Minggu. Maskapai yang melayani penerbangan adalah Trigana Air dengan jenis ATR 42-300 berkapasitas 40 penumpang. Jika kehabisan tiket, mau tidak mau harus menunggu hari berikutnya sebab dalam satu hari hanya ada satu penerbangan.
Mohammad Amrillah mengungkapkan, Trigana Air merupakan carteran dari pemerintah daerah (pemda) setempat. Harga tiket yang seharusnya sekitar Rp 1.400.000 disubsidi 50 persen oleh APBD sehingga penumpang tinggal membayar setengahnya yaitu Rp 648.000 ditambah airport tax menjadi sekitar Rp 700.000.
Dia mengungkapkan, penerbangan komersil/flight approval FA carteran pemda terbang perdana pada 7 Agustus 2016. Hingga tahun 2018, jumlah penumpang terus mengalami peningkatan.
Tahun 2016 penumpang yang datang dan pergi hanya berjumlah 2.857, kemudian meningkat menjadi 9.687 di 2017. Lalu pada 2018 terjadi kenaikkan signifikan mencapai 13.164 penumpang dalam satu tahun.
Sulitnya akses menuju bandara membuat maskapai berinisiatif memberi subsidi tumpangan gratis bagi penumpang. Penumpang yang hendak menuju bandara akan dijemput di titik tertentu yang berada di kota. Begitupun penumpang yang baru tiba akan langsung diantar dari bandara menuju kota.
Tingginya antusias penumpang membuat pihak bandara dan maskapai berencana menambah waktu penerbangan menjadi 5 hari, yaitu pada hari jumat. "Saya yakin kalau perkembangan masyarakat disini lebih cepat saya rasa pasar akan meningkat akan dibuat seminggu 7 kali tiap hari. Terus berkembang karena pasar kan berkembang, kalau memang banyak permintaan ya otomatis nanti akan tambah frekuensi jadi maskapai tuh akan melihat sesuai pasar."
Namun, fasilitas di bandara tersebut sangat jauh dari kata laik. Banyak hal yang perlu ditambah dan dibenahi. Belum lagi, lokasi bandara yang terisolasi dari dunia luar. Selain akses yang sulit, bandara juga tidak terjangkau oleh sinyal telekomunikasi. Bahkan belum tersentuh aliran listrik PLN.
Untuk aktivitas sehari-hari, bandara tersebut mengandalkan genset dan solar cell. Sementara untuk berkomunikasi mereka menggunakan peralatan komunikasi VHF Portable.
Selain itu, lokasi bandara yang berada di tengah belantara tersebut membuatnya kerap didatangi tamu tak diundang berupa hewan liar.
Kasatpel Bandara Kufar, Januari Yahya Ramme, mengungkapkan di tempatnya bertugas kerap ditemui ular berukuran besar, bahkan buaya. "Yang paling sering anjing hutan dan babi hutan karena ukuran mereka bisa masuk lewat pagar," kata dia.
Namun, sejauh ini kehadiran tamu-tamu tidak diundang tersebut belum pernah sampai mengganggu operasional bandara.
Baca juga:
Menengok Nasib Bandara Kufar, Kekurangan Petugas Hingga Tak Terjangkau Listrik PLN
Beri Pekerjaan Warga Sekitar Bandara, Kemenhub Gelontorkan Rp 300 M
Daftar Terbaru 10 Bandara Terbaik Dunia
5 Fitur Tambahan dalam Bandara dan Pesawat Kini Tersedia di Aplikasi Traveloka
Khofifah Ingin Abdurrahman Saleh Malang Jadi Bandara Internasional
Khofifah Kaji Persyaratan Bandara Abdulrahman Saleh Berstatus Internasional
Bandara Adi Soemarmo Sempat Ditutup Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang