Arcandra Tahar sambut baik wacana pengalihan subsidi dari Premium ke Pertamax
Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan, pengalihan subsidi Premium ke Pertalite atau Pertamax merupakan usulan DPR, saat ini usulan tersebut ditindaklanjuti instansinya untuk merumuskan mekanismenya.
Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai membahas dan mengevaluasi rencana pengalihan subsidi dari Premium ke Pertalite dan Pertamax. Jika diterapkan, rencana ini diperkirakan akan lebih efisien.
Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan, pengalihan subsidi Premium ke Pertalite atau Pertamax merupakan usulan DPR, saat ini usulan tersebut ditindaklanjuti instansinya untuk merumuskan mekanismenya.
"Kita evaluasi kan usualn dari DPR itu ya, kita pahami dulu usulannya kita bahas terus mekanismenya seperti apa nanti kita lihat," kata Arcandra, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (8/6).
Menurut Arcandra, Menteri ESDM Ignasius Jonan merespons postif usulan tersebut, sebab itu saat ini jajaranya sedang melakukan evaluasi pengalihan subsidi Premium ke Pertalite dan Pertamax.
"Iya, itu positif kita akan evaluasi, ini yang sedang kita bahas," ujarnya.
Arcandra mengungkapkan, pengalihan subsidi Premium ke Pertalite atau Pertamax akan membawa dampak positif, di antara pada penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan kualitas lebih baik, yang berujung pada perbaikan kualitas udara. Selain itu juga jauh lebih efisien, karena jumlah produk berkurang.
"Dari sisi efisiensi ya. tiga produk misalnya Premium Pertalite Pertamax. kalau jadiin dua ada cost efisiensi nggak? ada besar efisiensinya manage tiga produk, lebih efisien kalau dua produk," tandasnya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memberi sinyal positif untuk mengkaji wacana pemberian subsidi untuk harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertalite.
Juru bicara (jubir) atau Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito mengatakan, Pertamina sebagai salah satu perusahaan BUMN akan mengikuti semua instruksi pemerintah dan DPR, tidak terkecuali soal pemberian subsidi.
"Pertamina kan perusahaan, jadi melaksanakan apa yang diputuskan pemegang keputusan. Misalnya dari kementerian ESDM atau DPR," kata dia.
Dia menjelaskan, jika subsidi Pertamax dan Pertalite menjadi kenyataan maka hal tersebut merupakan hal yang bagus, pasalnya kualitas BBM jenis Pertamax dan Pertalite otomatis akan meningkat. "Menurut kami itu menjadi bagus ya karena bahan bakar jadi lebih bagus," ujarnya.
Kendati demikian, dia menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada pemerintah dan DPR. "Ini, satu, keputusan itu adalah keputusan pemerintah dan DPR. Kemudian, pertamina sebagai badan BUMN itu melaksanakan apa yang putuskan pemerintah." tutup dia.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Ada wacana beri subsidi ke Pertamax dan Pertalite, ini tanggapan Pertamina
Mulai dibahas, ESDM sambut baik usulan subsidi untuk Pertamax dan Pertalite
Menteri Jonan senang premium banyak lagi jelang mudik, harga jual sama
Pemerintah sepakati subsidi solar jadi Rp 2.000 per liter tahun ini
2019, subsidi solar diusulkan sebesar Rp 1.500 per liter