Arab Saudi Butuh 20.000 Perawat Professional Asal Indonesia
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menyatakan, Pemerintah Arab Saudi menawarkan kerja sama penempatan tenaga kerja professional, khususnya penempatan non-domestic workers. Negara penghasil minyak bumi tersebut memerlukan tenaga perawat sekitar 20.000 orang.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menyatakan, Pemerintah Arab Saudi menawarkan kerja sama penempatan tenaga kerja professional, khususnya penempatan non-domestic workers. Negara penghasil minyak bumi tersebut memerlukan tenaga perawat sekitar 20.000 orang.
Hal itu disampaikan Menaker Ida usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri SDM dan Pembangunan Sosial, Arab Saudi, Ahmed Al-Rajhi di Dubai, Persatuan Emirat Arab, Kamis (28/10) lalu.
"Pemerintah Arab Saudi memerlukan tenaga perawat sekitar 20.000 yang memiliki kemampuan bahasa Inggris atau bahasa Arab. Kami menyambut baik tawaran pihak Arab Saudi tersebut dan telah menyampaikan kesediaan untuk mengadakan pertemuan lebih lanjut dengan pihak Arab Saudi," ujar Menteri Ida Fauziyah dalam pernyataannya, Senin (1/11).
Lebih lanjut Menaker Ida mengatakan, pertemuan dengan Ahmed Al-Rajhi juga menyinggung tiga permasalahan. Pertama, soal hak perlindungan dan Lingkungan.
"Yakni menyangkut inisiatif reformasi ketenagakerjaan, otentikasi kontrak kerja, proyek atase tenaga kerja, dan program pelindungan pengupahan," bebernya.
Kedua, tentang transformasi digital, yakni portal pasar tenaga kerja terpadu “Qiwa”, program verifikasi keterampilan dan penyelesaian sengketa ekosistem “Wedy”. Adapun, pembahasan ketiga mengenai domestic workers, terkait otentikasi aplikasi rekrutmen, asuransi kontrak dan program pelindungan pengupahan.
Sementara itu, Ahmed Al-Rajhi menawarkan pembentukan kerja sama kedua negara di bidang penempatan tenaga kerja sektor formal dalam skema professional examination. Pihak Arab Saudi menyampaikan harapan, agar Indonesia dapat berpartisipasi dalam skema tersebut.
Baca juga:
Fenomena Baru di AS: Lapangan Kerja Lebih Banyak dari Jumlah Pengangguran
Universitas Syariah Diminta Tingkatkan Kompetensi Ciptakan Lulusan Siap Kerja
Wapres Ma'ruf Sebut Kualitas SDM Masih jadi Penghambat Pengembangan Ekonomi Syariah
Pemerintah akan Tambah Penerima BSU Sebanyak 1,6 Juta Orang
84 Persen Pekerja di Jabar Belum Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan
Jokowi Harap PT Biodiesel PT Jhonlin Agro Raya Buka Lapangan Kerja untuk Masyarakat
AS Larang Impor Produk Sarung Tangan Supermax Malaysia karena Dugaan Kerja Paksa