April 2017, Bank Indonesia prediksi inflasi rendah
Tertolong deflasi pada kelompok makanan yang rentan mengalami fluktuasi harga (volatile food).
Bank Indonesia (BI) meyakini dampak penaikan tarif listrik masih akan terasa hingga Juni mendatang. Berdasarkan itu, secara umum, penaikan harga atau inflasi masih akan terjadi pada April.
"Overall untuk satu bulan mudah-mudahan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi rendah," ujar Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo, di Kantornya, Jakarta, Rabu (26/4).
Tekanan inflasi berkurang karena efek musim panen belum hilang. Itu bisa terlihat dari melandainya harga makanan yang biasanya rentan bergejolak (volatile food)
Pada Mei lalu, Badan Pusat Statitistik (BPS) mencatat deflasi 0,02 persen pada Maret 2017. Ini di luar dugaan lantaran Bank Indonesia memerkirakan inflasi sedikitnya 0,05 persen.
Deflasi pada bulan itu didorong oleh dua kelompok pengeluaran. Yaitu, bahan makanan yang mencatat deflasi 0,66 persen.
Kemudian, transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang mencatat deflasi 0,13 persen. Ini lantaran terjadi penurunan tarif pulsa ponsel dan tarif pesawat udara.