Apresiasi SIG, Menteri Erick Dorong BUMN Terapkan Pembangunan Ramah Lingkungan
PT Semen Indonesia (SIG) bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam penerapan pembangunan ramah lingkungan. Kerja sama strategis ini diapresiasi Menteri BUMN, Erick Thohir.
PT Semen Indonesia (SIG) bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam penerapan pembangunan ramah lingkungan. Kerja sama strategis ini diapresiasi Menteri BUMN, Erick Thohir.
Menteri Erick mengatakan, kerja sama ini bahkan bisa menjadi contoh untuk diikuti oleh perusahaan pelat merah lainnya.
"Kesuksesan kolaborasi strategis ini akan jadi contoh bagi perusahaan BUMN lainnya untuk menjawab tantangan ke depannya, terima kasih atas kerja keras yang telah dilakukan," katanya dalam pembukaan Webinar KemenPUPR dan SIG, Kamis (28/10).
Pembangunan ramah lingkungan yang dimaksud di antaranya dengan penerapan penggunaan material yang ramah lingkungan. Misalnya, semen Non Ordinary Portland Cement (OPC) sebagai material pembangunan suatu bangunan.
"Saya apresiasi kolaborasi SIG dengan PUPR dengan pemanfaatan semen non opc dan solusi teknologi dalam pembangunan rumah yang juga menggunakan teknologi dinding monolitik, dengan hanya membuat satu rumah dalam satu minggu saja," kata Menteri Erick.
Langkah yang dilakukan oleh SIG dan Kementerian PUPR ini, kata dia, sejalan dengan program transformasi yang terjadi di tubuh Kementerian BUMN. SIG dinilai mampu merealisasikan transformasi di berbagai aspek.
"Terutama dalam mendorong pemanfaatan produk, pengembangan, dan konstruksi ramah lingkungan," katanya.
Terkait transformasi yang dilakukan, Menteri Erick berpesan tidak hanya dilakukan dalam sektor pengembangan produk dan pemanfaatan produk saja. Tapi juga mampu dilakukan transformasi pada aspek kinerja secara keseluruhan termasuk keuangan.
"Saya harap SIG bisa melanjutkan transformasi di segi keuangan dan kinerja lainnya, agar ada nilai tambah bagi masyarakat dan negara tercinta," katanya.
Rantai Pasok Hijau
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri PUPR, John Wempi Wetipo mengatakan bahwa salah satu dukungan dalam penerapan pembangunan yang ramah lingkungan adalah dengan memanfaatkan rantai pasok hijau. Hal ini, kata dia, mampu meningkatkan kualitas produk konstruksi.
"Upaya yang dilakukan KemenPUPR adalah menerbitkan Instruksi Menteri PUPR nomor 4/2020 tentang penggunaan semen Non-OPC. Ini material ramah lingkungan untuk menurunkan emisi karbon, serta akurasi spesifikasi sesuai dengan material," katanya.
Dengan demikian, dia juga mengatakan bahwa penggunaan materian yang hemat energi dan ramah lingkungan mampu mempertahankan data dukung dan daya tampung. Sehingga mampu mengurangi disparitas masyarakat dan mewujudkan pembangunan yang bersifat adil.
"Kami sadari berbagai upaya tidak akan optimal tanpa dukungan dan kolaborasi dari berbagai ppihak, termasuk industri semen, peran ini sangat penting terutama dalam memanfaatkan hasil riset," katanya.
Reporter: Arief Rahman
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)