LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Apindo: Jokowi-Ahok tidak pakai otak bila hilangkan BBM subsidi

Sofjan membandingkan ambisi Jokowi-ahok dengan kegagalan pemerintah pusat menghentikan penyelundupan BBM di perbatasan.

2012-12-21 16:47:00
Jokowi ahok
Advertisement

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi meragukan kemampuan duet pemimpin DKI Gubernur Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghilangkan pasokan BBM bersubsidi. Sofjan bahkan meragukan ide itu dilontarkan melalui kajian yang mendalam.

Sofjan menuding pernyataan yang awalnya dilontarkan Ahok itu hanya untuk cari popularitas. "Ahok ngomong pake otak sedikit, pemerintah saja tidak bisa (membatasi peredaran BBM subsidi) apalagi dia, kita pengusaha ketawa aja, tidak mungkin. (Ahok) jangan omong saja, kerja ajalah" ujarnya di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (21/12)

Bagi pengusaha ide itu kasat mata mustahil direalisasikan. Sebab konsumen bisa langsung beralih ke wilayah sekitar untuk membeli premium."Kalau dia lakukan orang belanja di Bekasi atau Tangerang. Bagaimana Jakarta mau ditutup segini gede, gimana you mau tutup," cetusnya.

Advertisement

Sofjan membandingkan ambisi Jokowi-ahok dengan kegagalan pemerintah pusat menghentikan penyelundupan BBM di perbatasan. "(Ahok) bukan presiden, BBM selundupan saja bisa masuk gampang, gimana bisa.".

Seperti diketahui sebelumnya, untuk menekan penggunaan mobil pribadi, Pemprov DKI Jakarta akan mempercepat pengadaan bus-bus baru untuk angkutan kota. Selain itu, pemerintah pusat juga diminta membatasi pasokan premium bagi kendaraan pribadi.

"Gubernur (Jokowi) juga sudah usahakan ke Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono), Jakarta tidak ada lagi premium. Makanya akan kami bangun apartemen sewa bulanan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota Jakarta, Rabu (19/12).

Advertisement

Jika ide Jokowi disetujui, maka masyarakat Jakarta harus bersiap-siap 'kehilangan' BBM bersubsidi. Jatah kuota subsidi BBM untuk Jakarta pun otomatis akan dihilangkan. Jatah kuota BBM bersubsidi untuk Jakarta tahun ini setelah ditambah 1,23 juta kilo liter, totalnya menjadi 2,1 juta kilo liter.

(mdk/arr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.