LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Apindo: BUMN Jangan Monopoli Swab Antigen Murah

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi BS Sukamdani, mengimbau agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak melakukan monopoli terhadap swab antigen murah atau harga terjangkau. Pernyataannya ini merujuk pada harga swab antigen Rp 105.000 yang disediakan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

2021-01-08 15:43:39
Tes Corona
Advertisement

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi BS Sukamdani, mengimbau agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak melakukan monopoli terhadap swab antigen murah atau harga terjangkau. Pernyataannya ini merujuk pada harga swab antigen Rp 105.000 yang disediakan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Harga swab antigen murah itu diketahui hasil kerja sama antara BUMN dengan PT Rajawali Nusindo, yang merupakan anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

"BUMN jangan monopoli sendiri saja, bisa murah tapi tidak mau bagi ke teman-teman lain," ungkap Hariyadi pada Jumat (8/1).

Advertisement

Menurutnya, bantuan serupa untuk jaringan usaha swasta dinilai akan sangat membantu untuk mengatasi penyebaran Covid-19.

"Misalnya yang dilakukan di KAI itu dengan swab antigen Rp 105.000, bisa tidak diperluas, itu perlu didorong. Kalau kita juga bisa mendapatkan akses seperti itu di jaringan usaha, maka akan sangat membantu," tuturnya.

Sebelumnya, KAI menyediakan layanan swab antigen seharga Rp 105.000 untuk penumpang kereta jarak jauh di beberapa stasiun mulai 21 Desember 2020.

Advertisement

Perbedaan Rapid Test Antibodi, Rapid Test Antigen, dan Swab PCR

Selama masa pandemi ini, masyarakat telah mengenal Rapid Test Antibodi dan Swab PCR sebagai metode untuk penapisan awal Covid-19. Kedua jenis metode ini bertujuan untuk menentukan apakah seseorang terpapar Covid-19 atau tidak.

Dalam masa libur hari raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, pemerintah mengeluarkan syarat baru bagi mereka yang hendak bepergian ke luar kota. Syarat yang dikeluarkan pemerintah tersebut adalah kewajiban untuk menyertakan hasil Rapid Test Antigen sebagai syarat perjalanan.

Apa perbedaan Rapid Test Antibodi, Rapid Test Antigen, dan Swab PCR? Melansir dari liputan6.com, berikut kami beri penjelasan mengenai perbedaan Rapid Test Antibodi, Rapid Test Antigen, dan Swab PCR yang wajib diketahui masyarakat sebagai metode untuk mendeteksi keberadaan virus Corona.

Rapid Test Antibodi
Rapid Test Antibodi adalah tes diagnostik cepat Covid-19 untuk mendeteksi keberadaan antibodi dalam darah. Ketika terinfeksi virus Corona penyebab Covid-19, tubuh akan menghasilkan antibodi dalam beberapa hari atau pekan kemudian.

Tes ini tidak menunjukkan apakah seseorang saat ini sedang terinfeksi. Namun, metode ini adalah cara yang baik jika ingin melacak penyebaran Covid-19 dalam suatu populasi.

Hasil tes dari Rapid Test Antibodi ini membutuhkan waktu sekitar 5 sampai 10 menit dengan tingkat akurasi yang paling rendah, yaitu sekitar 18%. Rapid Test Antibodi membutuhkan sampel darah dari ujung jari atau pembuluh vena. Harga yang dipatok untuk tes ini paling tinggi sebesar Rp150.000.

Rapid Test Antigen
Rapid tes antigen adalah tes diagnostik cepat Covid-19 yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antigen atau benda asing, seperti virus yang masuk ke dalam tubuh. Antigen akan terdeteksi ketika virus aktif bereplikasi.

Rapid Test Antigen cocok dilakukan ketika orang baru saja terinfeksi. Sebelum antibodi muncul untuk melawan virus yang masuk ke tubuh, ada peran antigen yang bertugas mempelajarinya.

Rapid Test Antigen membutuhkan sampel lendir dari dalam hidung atau tenggorokan. Lamanya hasil tes ini membutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan tingkat keakuratan sedikit di bawah Swab PCR, yaitu sekitar 80%. Harga yang dipatok untuk Rapid Test Antigen yaitu sebesar Rp250.000 untuk pulau Jawa dan Rp275.000 untuk pulau di luar Jawa.

Swab PCR
Tes Swab PCR adalah metode untuk mendeteksi adanya pola genetik, atau DNA dan RNA dari suatu sel, kuman, atau virus, termasuk virus Corona yang menjadi penyebab Covid-19. Tes ini merupakan rekomendasi yang dibuat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tes Swab PCR digunakan untuk mendeteksi penyakit dengan cara mencari jejak materi genetik virus pada sampel yang dikumpulkan. Sampelnya sendiri berasal dari lendir di dalam hidung atau tenggorokan.

Hasil dari tes Swab PCR membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding dua tes lainnya, yaitu setidaknya 1 sampai 2 hari setelah sampel diterima di laboratorium. Tingkat akurasi tes ini adalah yang paling tinggi, yaitu di atas 90 persen. Untuk harga yang harus dibayar, tes Swab PCR ini dipatok dengan harga maksimal Rp900.000.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.