APEC bisa dorong peningkatan daya saing produk
Jumlah produk dengan tarif 0 persen telah mencapai 45,2 persen di 2010.
Direktur Kerjasama Intra kawasan Asia Pasifik dan Afrika Direktur Jendral Asia Pasifik dan Afrika, Arto Suryodipuro, mengklaim peran APEC pada Indonesia sangat signifikan pada peningkatan nilai perdagangan. Bila perdagangan Indonesia pada 1989 hanya sebesar USD 29,9 miliar dan menjadi USD 289,3 miliar di 2011. Nilai tersebut mengisi 75 persen dari total perdagangan Indonesia 2011.
"Hal ini menjadi dorongan bagi Indonesia untuk melakukan peningkatan daya saing," ujarnya dalam acara sosialisasi Indonesia sebagai tuan rumah KTT APEC 2013 di Auditorium Juwono Sudarsono, Universitas Indonesia, Depok, Senin (12/11).
Peran APEC untuk kawasan terlihat dari membaiknya iklim perdagangan. Tarif rata-rata menunjukkan penurunan dari 16,9 persen tahun 1989 menjadi 6,6 persen tahun 2008 dan 5,8 persen tahun 2010.
"Jumlah produk dengan tarif 0 persen adalah 29 persen dari semua produk yang diperdagangkan pada 1996, 40 persen tahun 2008 dan 45,2 persen tahun 2010," katanya. Yang penting bagi Indonesia adalah peningkatan daya saing dan pembenahan birokrasi.
APEC diklaim berkomitmen untuk terus mengawal perdagangan bebas dengan prinsip perdagangan yang balance (seimbang), inclusive (inklusif), sustainable (berkelanjutan), innovative (inovatif), dan secure (aman). "Perdagangan bebas melalui mekanisme pasar tanpa pengawalan berbahaya karena justru meningkatkan pengangguran," katanya.
(mdk/arr)