Antisipasi Mahalnya Harga Tiket Pesawat, Menhub akan Operasikan Lebih Banyak Bus
Menhub Budi mengakui, selama ini pengelolaan angkutan darat jarak jauh belum terkelola secara baik. Padahal, moda transportasi seperti bus efektif untuk mengangkut penumpang karena memiliki kapasitas yang besar.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan akan lebih banyak memberdayakan bus sebagai angkutan mudik tahun ini. Hal ini guna mengantisipasi penggunaan kendaraan pribadi akibat mahalnya harga tiket pesawat.
Menhub Budi mengakui, selama ini pengelolaan angkutan darat jarak jauh belum terkelola secara baik. Padahal, moda transportasi seperti bus efektif untuk mengangkut penumpang karena memiliki kapasitas yang besar.
"Darat belum terkelola dengan baik. Belum memaksimalkan penggunaan bus-bus itu. Mikirnya naik mobil pribadi dan motor," ujar dia di kawasan Widya Chandra, Jakarta, Rabu (17/4).
Menurut dia, jika bus ini bisa dikelola secara baik, baik jumlah unit maupun fasilitas yang ditawarkan, maka akan efektif menarik minat pemudik untuk beralih dari kendaraan pribadi ke bus. Selain itu, bus juga bisa menjadi solusi bagi pemudik jika harga tiket dinilai pesawat mahal.
"Kalau efektif bus pasti akan jadi solusi. Bus kan kapasitasnya banyak sekali. Saya memang ingin memberdayakan bus, bisa jadi alternatif angkutan yang massal," tandas dia.
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Menhub Budi Sebut Garuda Indonesia Tak Tulus Turunkan Harga Tiket
Menhub Budi: Masyarakat Jangan Tuntut Maskapai Jual Tiket Terlalu Murah
Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Diprediksi Bakal Manfaatkan Transportasi Kapal Laut
Sandiaga Punya Solusi Agar Tiket Pesawat Tak Mahal Lagi
Bos AP II Sebut Jumlah Penumpang Pesawat Domestik Masih Alami Penurunan
BPKN Nilai Tarif Batas Atas dan Bawah Tiket Pesawat Langgar Hak Konsumen