Angkutan mudik 2017: Jumlah bus bakal bertambah, pesawat menurun
Kereta api, kapal laut dan penyeberangan tetap.
Hari Raya Idul Fitri tahun ini masih berjarak dua bulan lagi. Kendati demikian, pemerintah ditengarai sudah mengantisipasi arus mudik dan balik sejak jauh hari.
Itu terlihat dari pendataan sarana angkutan umum yang disediakan. Wakil Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menyebut, Lebaran mendatang, bakal tersedia sebanyak 48.790 bus. Terdiri dari bus antarkota antarprovinsi (akap), antarkota dalam provinsi (akdp), dan pariwisata.
Jumlah ini lebih banyak ketimbang tahun lalu, sebanyak 46.478 bus. "Bertambah 2.312 bus," katanya.
Penambahan juga terjadi di lokomotif atau kepala kereta api sebanyak 3 unit dari 447 menjadi 450. Adapun yang siap operasi sebanyak 419 lokomotif, juga lebih banyak ketimbang tahun lalu 416 lokomotif.
Untuk kereta api, jumlahnya sama seperti tahun lalu, sebanyak 1.694 rangkaian. Terdiri dari 1.565 kereta siap operasi dan 129 cadangan.
Dengan kata lain, jumlah kereta api reguler sebanyak 334 unit. Itu belum termasuk 38 kereta tambahan untuk Lebaran.
Moda transportasi lain yang tak mengalami penambahan adalah angkutan penyeberangan dan laut. Penyeberangan bakal dilayani 195 kapal Ro-Ro.
Sedangkan, armada laut mencapai 1.273 kapal. Perinciannya, 26 kapal Pelni, 28 kapal Ro-Ro swasta, 74 kapal swasta, 1.049 kapal swasta jarak dekat, dan 96 kapal perintis.
Untuk angkutan udara, ada sebanyak 14 maskapai penerbangan yang melayani. Total pesawat disediakan mencapai 471 unit, menurun ketimbang tahun lalu yang sekitar 529 unit.
Baca juga:
Mudik Lebaran 2017: Kapal laut ditargetkan angkut 1.250 sepeda motor
Mudik Lebaran 2017: Kereta api ditargetkan angkut 8.352 sepeda motor
Mudik Lebaran 2017: Pemerintah target truk angkut 3.150 sepeda motor
Idul Fitri 2017, pemudik diprediksi mencapai 28,59 juta orang
Menko Luhut minta pemudik naik kapal Roro dibanding mobil pribadi
Layani mudik Lebaran, Garuda Indonesia siapkan 45.000 kursi tambahan