LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Anggaran sama, kualitas pendidikan Indonesia tertinggal jauh dari Vietnam

Lebih lanjut, dari sisi tenaga pengajar atau guru, Indonesia juga masih banyak kekurangan. Sebab, ada sekitar 25 persen guru yang kemampuan akademisnya kurang memadai.

2017-11-22 17:50:15
Kemenkeu
Advertisement

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, di tahun 2017 anggaran untuk pendidikan di Indonesia mencapai Rp 440 triliun. Artinya, pemerintah telah mengalokasikan 20 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk sektor ini. Menurutnya, angka ini meningkat dibandingkan 10 tahun lalu yang hanya Rp 140 triliun.

Meski begitu, pendidikan di Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan dengan Vietnam. Padahal negara tetangga tersebut juga memiliki anggaran pendidikan yang sama dengan Indonesia.

"Tapi hasilnya untuk skor membaca kita peringkat 62 dari 66 negara, kemudian dari keseluruhannya kita peringkat 52 dari 55 negara. Vietnam ada di ranking 8," katanya dalam acara budget day di Kementerian Keuangan, Rabu (22/11).

Advertisement

Lebih lanjut, dari sisi tenaga pengajar atau guru, Indonesia juga masih banyak kekurangan. Sebab, ada sekitar 25 persen guru yang kemampuan akademisnya kurang memadai.

"Kegiatan belajar mengajar kalau 25 persen guru yang dikatakan Pak Boediarso (Dirjen Perimbangan Keuangan) bahkan tidak qualified dari sisi pendidikannya dan kemampuan akademisnya," ujarnya.

Bahkan, ada 50 persen guru yang belum atau tidak tersertifikasi. Padahal menurut bank dunia, sertifikasi guru itu termasuk yang paling ringan dan mudah. Kendati begitu, guru yang tersertifikasi juga belum tentu bisa melaksanakan sebagai guru yang baik.

Advertisement

"Dan begitu dia disertifikat dia tidak disertifikat lagi," katanya.

Oleh karena itu dia berharap adanya sinergi dari Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan, untuk mengevaluasi fiskal dari mulai alokasi, distribusi, hingga pelaksanannya. Hal itu supaya Indonesia menjadi negata yang maju.

Baca juga:
Kemenkeu luncurkan portal data awasi APBN hingga infrastruktur
Menteri Sri Mulyani pesan jajarannya tak kendor dalam menjaga APBN
Kemenkeu optimis pertumbuhan ekonomi 2017 capai 5,2 persen
Kemenkeu pastikan tak ada perubahan dalam APBN 2018
Sri Mulyani minta Polri jaga keamanan demi pertumbuhan ekonomi yang stabil

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.