Anak usaha PLN bangun PLTGU Tambaklorok Rp 4,8 triliun
Anak usaha PT PLN (Persero), PT Indonesia Power akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Blok 3 Tambaklorok berkapasitas daya 780 MW senilai Rp 4,8 triliun. Proyek pembangkit gas tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada April 2020.
Anak usaha PT PLN (Persero), PT Indonesia Power akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Blok 3 Tambaklorok berkapasitas daya 780 MW senilai Rp 4,8 triliun. Proyek pembangkit gas tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada April 2020.
"Pembangkit ini merupakan pelaksanaan program pemerintah 35.000 MW," ujar Direktur Utama Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani dikutip Antara, Sabtu (15/7).
Menurut Inten, dengan asumsi produksi PLTGU Blok 3 Tambaklorok mencapai 3,7 GWh per tahun, maka akan diperoleh penghematan pemakaian bahan bakar dibandingkan BBM mencapai Rp 581 miliar per tahun. Pekerjaan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and contruction/EPC) pembangkit akan dilakukan Konsorsium GE Power, Marubeni Corporation, dan PT Hutama Karya (Persero).
Sesuai kontrak, pekerjaan EPC pembangkit, yang berperan sebagai load follower, akan dilakukan selama 28 bulan, sehingga jadwal operasi pada April 2020. Inten menegaskan proyek berada di lahan pembangkit eksisting atau yang sudah ada, sehingga tidak ada kendala dalam proses perizinan dan pembebasan lahan.
"Pembangkit listrik yang mulai beroperasi pada pertengahan 2020 ini akan menambah daya 780 MW atau setara dengan memasok lima juta rumah tangga," katanya.
Dia juga menambahkan PLTGU Blok 3 Tambaklorok akan menjadi proyek pembangkit gas terbesar yang dikembangkan Indonesia Power. "Turbin gas ini merupakan paling efisien di dunia," pungkasnya.
Baca juga:
Cari dana bangun infrastruktur listrik, PLN segera sekuritisasi aset
Sukseskan proyek 35.000 MW, PLN bangun PLTMG Baubau 30 MW
Pemerintah buka peluang ubah aturan jual beli listrik
Asosiasi sebut aturan Jonan hambat realisasi proyek 35.000 MW
PLN bangun PLTMG 50 MW untuk pasok 110.000 keluarga di Sumbawa
Pembuat kapal listrik terbesar dunia alih teknologi ke BUMN RI